Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

WANITA RWANDA RANGKUL KOMUNIKASI SAINS DALAM BIOSAINS

Tanggal : 19 December 2018

 

Ilmuwan wanita Rwanda memuji komunikasi sains yang efektif sebagai kunci untuk memastikan keluarga pertanian kecil menghargai peran kemajuan biosains dalam mengatasi kerawanan pangan, malnutrisi, dan konservasi lingkungan. Hal ini muncul selama sesi berbagi pengalaman dengan pemangku kepentingan tentang kontribusi bioteknologi pertanian dalam mengubah pertanian Afrika. Pelajaran ini diperoleh selama 22 tahun adopsi yang menunjukkan manfaat bagi petani, konsumen, dan lingkungan dengan lebih dari 10% lahan subur ditanami tanaman biotek. Dr Marie-Christine Gasingirwa, Dewan Pendidikan Tinggi dan sebelumnya Direktur Jenderal Sains, Teknologi dan Penelitian di Kementerian Pendidikan di Rwanda mengatakan negara itu berada pada posisi menguntungkan untuk memasukkan pengalaman regional dari negara-negara lain alih-alih menciptakan kembali roda. Mengakui peran utama wanita dalam meningkatkan kesadaran mengenai inovasi-inovasi teknologi dari keluarga, sekolah, dan komunitas, dia mendorong ilmuwan wanita untuk meningkatkan interaksi dengan para pemangku kepentingan untuk memperbaiki mitos yang telah lama dipegang dan kesalahan informasi mengenai bioteknologi modern. “Bersama sebagai wanita dalam biosains, mari kita mulai dari apa yang dikerjakan, dengan mendorong kapasitas para peneliti kita untuk mengembangkan tanaman RG yang relevan ketika regulator melakukan pengkajian risiko tentang keanekaragaman hayati dan keamanan hayati secara umum,” sarannya.

 

Para peneliti dari Rwanda Agricultural Board memberi tahu para peserta bahwa Pemeritah telah menugaskan studi kelayakan untuk sepenuhnya memetakan bidang-bidang yang sesuai untuk aplikasi biotek termasuk bioteknologi pertanian, kesehatan, dan hewan. Mereka menyerukan kerjasama untuk memperkuat penelitian dan kemampuan komunikasi mereka dalam kesiapan untuk implementasi penuh program bioteknologi setelah studi selesai. Titik fokus keamanan hayati dari Rwanda Environment Management Authority Emmanuel Kabera meyakinkan komitmen para peneliti pemerintah untuk memfasilitasi penelitian bioteknologi pertanian bahwa ketika proses pengesahan UU Keamanan Hayati menunggu persetujuan parlemen. Sesi sensitisasi biotek berlangsung di Kigali pada 11-13 Desember 2018 dan difasilitasi oleh Kedutaan Besar AS dengan ISAAA AfriCenter dibawahi platform African Women for Biosciences (AWfB) dan didukung oleh Ram and Rashmi Charitable Foundation of the St. Louis Community Foundation.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara ini, hubungi Dr. Margaret Karembu, ketua,  African Women for Biosciences di mkarembu@isaaa.org dan Dr Marie-Christine Gasingirwa di cgasingirwa@mineduc.gov.rw.