Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

USDA: TIDAK TERDETEKSI PRG,TIDAK PERLU LABEL

Tanggal : 9 January 2019

United States Department of Agriculture (USDA) melalui Sekretaris Sonny Perdue mengumumkan National Bioengineered Food Disclosure Standard pada 20 Desember 2018. National Bioengineered Food Disclosure Law disahkan oleh Kongress pada Juli 2016, mengarahkan USDA untuk menetapkan standar wajib nasional untuk memberi tahu makanan yang sudah atau mungkin rekayasa hayati (RG)  

 

Standard mendefinisikan makanan rekayasa hayati sebagai makanan yang mengadung bahan genetika yang telah dimodifikasi melalui teknik laboratorium tertentu dan tidak dapat dibuat melalui pemuliaan konvensional atau ditemukan di alam. Definisi Standard mengenai makanan rekayasa hayati, beberapa penelitian mengutip tentang produk dan bahan makanan olahan dan menyatakan bahwa “Jika bahan genetika tidak terdeteksi, maka tidak mungkin untuk menyimpulkan bahwa produk dan bahan makanan mengandung bahan rekayasa genetika. Sehingga, berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia, gula tebu dan bit olahan, sirup jagung tinggi fruktosa, minyak sayur olahan degummed dan berbagai bahan olahan lainnya tidak memerlukan pernyataan rekayasa hayati karena kondisi pengolahan berlangsung secara efektif untuk menurunkan atau menghilangkan DNA yang pada awalnya berada pada komoditas pertanian mentah.”

 

Standard akan diterapkan pada 1 Januari 2020, kecuali untuk pabrik pangan kecil, yang tanggal penerapannya adalah pada 1 Januari 2021. Penerapan wajib mulai pada 1 Januari 2022. Penerapan regulasi Standard secara sukarela hingga 31 Desember 2021.

 

Untuk lebih lengkap, baca BE Disclosure and labeling https://www.ams.usda.gov/rules-regulations/be, termasuk Rulemaking Documents https://www.federalregister.gov/documents/2018/12/21/2018-27283/national-bioengineered-food-disclosure-standard.