Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

USDA FAS RILIS LAPORAN GAIN MENGENAI BIOTEKNOLOGI PERTANIAN DI BEBERAPA NEGARA

Tanggal : 22 July 2015

USDA Foreign Agricultural Service (FAS) merilis Laporan Global Agricultural Information Network (GAIN) mengenai Bioteknologi Pertanian di beberapa negara. Berikut adalah hal-hal penting dari laporan:

 

• Republik Ceko: Negara mengikuti pendekatan ilmiah terhadap bioteknologi pertanian. Saat ini, jagung Bt ditanam di negeri ini. Revisi undang-undang menghapus persyaratan bagi petani untuk memberitahu pemerintah tentang tujuan penanaman tanaman RG. http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/Agricultural%20Biotechnology%20Annual_Prague_Czech%20Republic_7-7-2015.pdf.

 

• Prancis: Mayoritas publik menentang produk RG tapi industri peternakan bergantung pada kedelai RG untuk kebutuhan pakan. Tanaman RG belum diproduksi atau diuji di lapangan tetapi penelitian laboratorium sedang dilakukan. http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/Agricultural%20Biotechnology%20Annual_Paris_France_7-17-2015.pdf.

 

• Indonesia: Pada tahun 2014, Komisi Keamanan Hayati Nasional Indonesia untuk Produk Rekayasa Genetik disahkan kembali dan anggota Komisi Keamanan Hayati dipilih kembali. Diharapkan tebu dan jagung RG akan segera dikomersialkan. http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/Agricultural%20Biotechnology%20Annual_Jakarta_Indonesia_7-14-2015.pdf.

 

• Malaysia: Tidak ada tanaman RG yang disetujui untuk penanaman. Penelitian tentang pepaya RG diizinkan pada tahun 2013 dan saat ini dalam uji coba terbatas. http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/Agricultural%20Biotechnology%20Annual_Kuala%20Lumpur_Malaysia_7-10-2015.pdf.

 

• Mozambik: Pada akhir 2014, Dewan Menteri menyetujui amandemen dalam Peraturan Keamanan Hayati di negara ini, membuka jalan bagi dimulainya penelitian tentang tanaman RG. http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/Agricultural%20Biotechnology%20Annual_Pretoria_Mozambique_7-14-2015.pdf.

 

• Belanda: Pemerintah Belanda dan sektor pertanian menggunakan pendekatan pragmatis terhadap produk impor RG. Kuatnya peraturan dan ancaman dari para kritikus biotek mencegah percobaan tanaman RG dan budidaya komersial di negara ini. http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/Agricultural%20Biotechnology%20Annual_The%20Hague_Netherlands_6-12-2015.pdf.

 

• Serbia: Saat ini "UU GMO" melarang tegas impor, produksi, atau menanam tanaman GM komersial. Undang-undang ini menghalangi aksesi Serbia ke Organisasi Perdagangan Dunia. http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/Agricultural%20Biotechnology%20Annual_Belgrade_Serbia_7-14-2015.pdf.

 

• Singapura: Tidak ada hambatan utama untuk impor produk GE yang diberlakukan di Singapura. Komite Genetic Modification Advisory merevisi Biosafety Guidelines Research pada tahun 2013 dan tidak ada perubahan hingga saat ini. http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/Agricultural%20Biotechnology%20Annual_Singapore_Singapore_7-10-2015.pdf.

 

• Spanyol: Negara ini adalah penanam terbesar jagung Bt di negara-negara Anggota Uni Eropa dan telah mengikuti pendekatan berbasis ilmu pengetahuan untuk bioteknologi pertanian. Industri ternak dan unggas memiliki permintaan tinggi untuk pakan, mendorong Spanyol untuk melakukan pendekatan terbuka untuk penanaman dan impor tanaman RG. http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/Agricultural%20Biotechnology%20Annual_Madrid_Spain_6-9-2015.pdf.

 

 

Unduh laporan USDA FAS di http://gain.fas.usda.gov/Pages/Default.aspx.