Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

URUTAN GENOM TONGKOL JAGUNG BERUMUR 5.310 BERIKAN PANDANGAN MENGENAI DOMESTIKASI AWAL JAGUNG

Tanggal : 23 November 2016

Para peneliti dari Natural History Museum of Denmark mempublikasi satu studi tongkol jagung yang berumur 5.310 tahun dari Lembah Tehuacan di Meksiko, memberikan pandangan baru dalam tahap awal domestifikasi jagung.

 

Dalam analisis gene-by-gene, sampel kuno memperlihatkan banyak gen kunci yang telah dimodifikasi melalui seleksi manusia, termasuk hilangnya kulit biji keras dan perubahan waktu berbunga. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa 5.000 tahun lalu, orang-orang yang menanam dan mengonsumsi jagung kemungkinan hidup dalam kelompok-kelompok kecil dari orang-orang dari keluarga besar, yang menjelaskan mengapa jagung Lembah Tehuacan kuno secara morfologi dan genetik berbeda dari jagung modern.

 

Jasmin Ramos Madrigal, salah seorang penulis mengatakan bahwa orang-orang zaman dulu berpindah musiman dan sebagian besar mengonsumsi tanaman liar dan hewan, melengkapi pola makan mereka dengan beberapa tanaman budidaya. Ini hanya selama beberapa periode kemudian dengan populasi yang lebih tinggi dan statifikasi masyarakat secara sosial menjadikan jagung sebagai makanan pokok. Dia mengutip Olmec (~1200 SM) dan Maya (200 SM-1000 M), yang membutuhkan sumber-sumber makanan yang dapat diandalkan dan dapat diprediksi untuk mendukung kota-kota mereka, dan ini merupakan titik dimana jagung akan mengalami seleksi lebih lanjut untuk sifat-sifat penting.

 

Untuk lebih lengkap, kunjungi situs Universitas Copenhagen http://news.ku.dk/all_news/2016/11/dna-study-unravels-the-history-of-the-worlds-most-produced-cereal/.