Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

UJI LAPANGAN JAGUNG RG PERTAMA DI TANZANIA

Tanggal : 12 October 2016

Uji lapangan jagung rekayasa genetika (RG) pertama telah dilakukan pada 5 Oktober 2016 di wilayah Dodoma Tanzania, daerah semi kering di bagian tengah negara tersebut. Uji lapangan terbatas bertujuan untuk menunjukkan efektivitas dan keamanan dari jagung RG hibrida toleran kekeringan yang dikembangkan melalui proyek Water Efficient Maize for Africa (WEMA). Dr. Alois Kullaya, koordinator proyek WEMA untuk Tanzania, mengatakan bahwa peneliti senang mereka mampu untuk melaksanakan uji lapangan terbatas, “dan menghasilkan hasil yang nyata bagi orang-orang untuk melihat, serta menggambarkan bagaimana jagung biotek akan memberikan keuntungan bagi para petani.” Namun ia menyatakan bahwa jagung RG akan membutuhkan waktu tiga tahun untuk memperlihatkan dampaknya.

 

Kemajuan Tanzania datang setelah satu tahun negara tersebut merevisi satu klausul kewajiban yang ketat dalam Environment Management Biosafety Regulations. Klausul pembatas menyatakan bahwa ilmuwan, donor, dan mitra dana penelitian akan bertanggung jawab dalam hal kerusakan yang mungkin terjadi selama atau setelah penelitian tanaman RG. Perkembangan semacam itu di Tanzania, memberikan harapan untuk prospek teknologi di seluruh benua. Ini adalah hal yang fundamental karena Afrika telah rusak oleh kekeringan selama beberapa tahun, yang menyebabkan kekurangan tanaman pangan yang hebat dan kelaparan pada lebih 300 juta orang Afrika yang bergantung pada jagung sebagai makanan pokok.

 

Berdasarkan perjanjian bebas royalti, para perusahaan benih di Tanzania, Kenya, Afrika Selatan, dan Uganda telah menanam dan menjual DroughtTEGOTM, jagung RG hibrida toleran kekeringan yang dikembangkan oleh WEMA agar sesuai dengan kondisi setempat.

 

 

Untuk lebih lengkap, baca artikelnya di situs Cornell Alliance for Science di http://allianceforscience.cornell.edu/blog/tanzania-plants-its-first-gmo-research-crop atau hubungi Dr. Alois Kullaya di akkullaya@yahoo.co.uk.