Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Tiga Tantangan Pengembangan Bioteknologi di Indonesia

Tanggal: 27 May 2016 | Sumber: AgroFarm | Penulis:

Agrofarm.co.id – Bambang Sunarko Kepala Puslit Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, bioteknologi atau produk rekayasa genetik (PRG) ini bisa dikatakan paradoks. Satu sisi teknologi ini dapat menyelesaikan masalah konkrit dalam ketahanan pangan nasional. Akan tetapi, juga mendapat tantangan dari masyarakat dalam penerapannya.

 

Dia menyebutkan, ada tiga tantangan terkait pegembangan dan penerapan bioteknologi di Indonesia.  Pertama, dari sisi peneliti dituntut untuk menyetarakan dengan ilmu dan teknologi dunia. Untuk itu, dibutuhkan ketrampilan dan fasilitas dan ekosistem yang menunjang pengembangan bioteknologi. Sehingga ini membutuhkan anggaran yang besar. “Disatu sisi anggaran riset dari pemerintah minim,” ujarnya.

 

Kedua, hasil dari teknologi tersebut  dapat menyesuaikan dengan regulasi yang ada. Tanaman transgenik yang dihasilkan memenuhi prinsip aman pangan, pakan dan lingkungan. Ketiga, penerimaan di masyarakat. “Tantangan yang utama adalah teknologi ini bisa dijamin diterima oleh masyarakat,” ujar Bambang dalam acara Biotech Media Gathering di Puslit Bioteknologi LIPI Bogor, Jumat (27/5/2016).

 

Menurutnya, tantangan secara teknis dapat diselesaikan oleh para peneliti. Kemudian penyesuian regulasi dapat bekerjasama dengan pihak lain terkait proses pengujian. Namun penerimaaan masyrakat terhadap penerimaan bioteknologi, peneliti merasa gagap dalam menjalin komunikasi, karena lebih menguasai aspek teknisnya saja.

 

M. Herman Anggota Tim Teknis Keamanan Hayati  Produk Rekayasa Genetika (PRG) mengungkapkan, untuk mengatasi kekhawatiran akan terjadinya gangguan terhadap kesehatan manusia, hewan ternak dan lingkungan hidup, maka produk biotek yang berasal dari dalam maupun luar negeri memerlukan pengkajian resiko.

 

“Oleh karena itu, dalam rangka penerapan pendekatan kehati-hatian. Pemerintah telah mengeluarkan beberapa peraturan perundangan yang terkait dengan produk biotek yakni regulasi keamanan hayati dan pelepasan dan pendaftaran produk biotek,” tandasnya.

 

 

Bambang Purwantara Direktur IndoBIC mengatakan, secara umum pemerintah mendukung pengembangan produk bioteknologi, meskipun ada yang masih ragu-ragu. Dia menambahkan, dari segi regulasi yang mengatur peredaran bioteknologi di Indonesia cukup njimet, lantaran harus memenuhi aspek keamanan pangan, pakan dan lingkungan. Pemerintah Indonesia masih berhati-hati dalam menerapkan produk bioteknologi. Beledug Bantolo