Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

THOMSON JELASKAN LAMBATNYA ADOPSI TANAMAN BIOTEK DI AFRIKA

Tanggal : 22 July 2015

Why is there show adoption of GM crops in Africa? Dr. Jennifer Thomson, Profesor Biologi Molekuler dari Universitas Cape Town di Afrika Selatan memberikan alasan dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The Conservation.

 

Menurut Dr. Thomson, Afrika Selatan telah menanam tanaman RG sejak tahun 2000. Saat ini mereka menanam jagung, kedelai, dan kapas RG. Burkina Faso mulai menanam kapas Bt pada tahun 2007. Dari 648.000 hektar yang ditanam di Burkina Faso pada tahun 2014, lebih dari setengah atau 73% adalah tanaman RG. Sudan mulai menanam kapas Bt pada tahun 2012, menjadi negara biotek terbaru di Afrika. Tidak ada negara lain di benua ini yang telah mengadopsi tanaman RG sejak saat itu. Dr. Thomson menjelaskan bahwa alasan utama untuk kondisi ini adalah politik dan ekonomi. Dia mengatakan bahwa sikap negatif terhadap RG di Eropa telah mempengaruhi politisi Afrika. Banyak negara-negara Afrika juga takut bahwa mengadopsi tanaman RG akan mempengaruhi perdagangan dengan negara-negara lain, terutama di Eropa di mana sejumlah negara telah melarang impor produk RG.

 

Baca artikel lengkapnya di The Conversation https://theconversation.com/why-genetically-modified-crops-have-been-slow-to-take-hold-in-africa-44195.