Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

TEKNOLOGI RG MEMBANTU TANAMAN UNTUK PENUHI TUNTUTAN KETERSEDIAAN MAKANAN UJAR PARA AHLI TANAMAN

Tanggal : 24 February 2016

Lebih dari 1.000 ilmuwan dari lembaga nirlaba, perusahaan, akademisi, dan swasta mengatakan keraguan publik tentang tanaman pangan rekayasa genetika (RG) yang menghambat Revolusi Hijau selanjutnya. Dalam petisi baru-baru ini, enam peneliti dari Donald Danforth Plant Science Center dan Carnegie Institution for Science di Amerika Serikat dan Laboratorio Nacional de Genomica para la Biodiversidad di Mexico menjelaskan dukungan mereka terhadap kriteria berbasis ilmu pengetahuan dalam membimbing penggunaan yang aman dan efektif teknologi RG .

 

Petisi, yang pertama diselenggarakan oleh ilmuwan individu yang mendukung teknologi RG telah menghasilkan lebih dari 1.600 tanda tangan dari ahli ilmu tanaman mendukung pernyataan sikap American Society of Plant Biologists (ASPB) tentang tanaman RG, yang menyatakan bahwa teknologi adalah "alat yang efektif untuk memajukan ketahanan pangan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan pertanian."

 

Penandatangan petisi mewakili konsorsium luas dari para ilmuwan, yang telah menerbitkan lebih dari 17.600 karya ilmiah tentang berbagai subjek termasuk pemuliaan tanaman, mekanisme molekuler dan genetik yang mendasari pertumbuhan tanaman dan pengembangan, dan respon tanaman terhadap perubahan lingkungan. Tujuan petisi adalah untuk menunjukkan kepada publik bahwa ada konsensus dalam komunitas ilmiah mereka tentang keamanan dan keberhasilan menggunakan teknologi modifikasi genetik di bidang pertanian.

 

Lebih lengkapnyanya, baca di situs Carnegie Institution for Science https://carnegiescience.edu/node/1992 . Pernyataan sikap dan petisi ASPB di http://cas.nonprofitsoapbox.com/aspbsupportstatement