Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

TEKNOLOGI PERTANIAN-Jagung Ungu Varietas Unggul Baru Nasional

Tanggal: 22 May 2017 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS - Koleksi plasma nuftah jagung dengan biji berwarna ungu asal Manado berhasil dikembangkan menjadi varietas unggul di Balai Penelitian Serealia, Maros, Sulawesi Selatan. Pengembangannya sejak 2011 dilakukan, antara lain, dengan teknik persilangan dan pemuliaan. Penetapan jagung ungu sebagai varietas unggul baru nasional direncanakan Juli mendatang.

 

Peneliti dari Badan Penelitian Serealia Maros, M. Yasin HG, menguraikan hasil riset itu pada seminar penelitian bertema "Peluang Pengembangan Jagung Biji Ungu Antioksidan sebagai Varietas Unggul Baru Nasional (Sintetik dan Hibrida)" di Pusat Penelitian Pengembangan Tanaman Pangan Bogor, pekan lalu. Riset ini dilaksanakan bersama Sigit Budi Santoso dari Balitsereal, Maros, dan Made J Mejaya, peneliti di Puslitbang Tanaman Pangan.

 

Terkait dengan riset itu, Prof Dr Nur Richana, peneliti di Balitbang Pascapanen Pertanian, Minggu (21/5), mengatakan, jagung ungu itu dapat menjadi bahan pangan fungsional karena kandungan antosianin yang berkhasiat antioksidan. Selain itu juga mengandung betakaroten dalam jumlah yang dominan.

 

Seperti halnya ubi ungu, jagung berbiji ungu ini mengandung zat antosianin yang berkhasiat antioksidan. Beberapa literatur menyebutkan antosianin dapat digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit degeneratif, juga penghambat timbunan lemak, dan mencegah kanker.

 

Produktivitas

Di antara koleksi jagung biji ungu yang dikembangkan selama enam tahun ini, terpilih jagung asal Manado ini untuk dirilis sebagai Varietas Unggul Baru Nasional. Keunggulan jenis jagung ini antara lain rata-rata panen buahnya 6,85 ton per hektar. Produktivitas tertingginya 8,96 ton per hektar. Kandungan antosianin juga tertinggi, yaitu 51,92 mikrogram (μg) pada setiap gram bobot bjinya.

 

Dalam penelitian ini diuji coba pula jagung ungu asal Tiongkok, Vietnam, Palu, dan Maros (Sulawesi), serta jagung hitam asal Palu. Dari jenis jagung ini, kandungan antosianin berkisar 10 hingga 37 μg per gram. kandungan antosianin ini lebih tinggi pada jagung ungu, yaitu 95-851 mg untuk setiap 100 gram berat biji. Adapun yang berwarna hitam hanya 76-120 mg dan merah 85-154 mg per 100 gram.

 

Yasin menyarankan penggunaan jagung fungsional antosianin ini sebagai pangan pokok untuk ketahanan pangan nasional. Kandunga antioksidannya dapat dimanfaatkan sebagai makanan balita untuk meningkatkan taraf kesehatan. (YUN)