Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Teknologi Biotek Memiliki Investasi Yang Menguntungkan

Tanggal: 30 January 2018 | Sumber: Info Publik | Penulis:

Jakarta, InfoPublik - Bioteknologi selama ini hanya dipandang dari sisi keilmuan. Padahal dari sisi bisnis dinilai memiliki potensi cukup besar. Bioteknologi merupakan teknologi yang paling maju sehingga dilihat oleh berbagai macam perusahaan sebagai sebuah investasi yang sangat penting 

 

Dosen Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Krisnamurthi mengatakan bisnis bioteknologi sangat menguntungkan jika telah menguasai riset, teknologi, dan infrastrukturnya.

 

"Indonesia adalah sumber bioteknologi. Jadi, ruangnya luar biasa besar," kata Bayu yang juga mantan Wakil Menteri Pertanian dalam sebuah diskusi yang bertema refleksi dan masa depan bioteknologi pertanian dalam mendukung kedaulatan pangan di Indonesia di Jakarta, Senin (29/1). 

 

Ia memberi contoh, seperti kita punya produsen bio benih yang mengembangkan teknologi seperti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang telah mengembangkan benih dengan teknologi terbaru dengan menggunakan penanda genetik untuk memastikan benih itu benar benar benih berkualitas seperti benih yang kita harapkan.

 

Sementara itu negara yang telah mengembangkan bioteknologi sebagai bisnis ialah negara India yang memberikan target pemasukan sekitar USD100 miliar hingga tahun 2025 dari bisnis bioteknologi.

 

"Jadi gunakanlah bioteknologi itu, jadi bukan rekayasa genetik, hanya penanda genetik, jadi diambil genetiknya apakah ini benar benar tanaman yang baik dan berkualitas," ujarnya. 

 

Bayu menambahkan, tantangan yang paling besar dari bioteknologi bagi industri benih adalah untuk memastikan benih tersebut berkualitas atau tidak, sementara untuk benih GMO pasti masih ada kontroversi.

 

"Menurut saya belum akan berhasil, tapi yang ingin saya ingatkan teknologi bioteknologinya itu lingkupnya jauh lebih luas dibandingkan hanya sekedar rekayasa genetik, kalau memang rekayasa genetik masih diperdebatkan silakan didebatkan, tapi jangan menutupi kesempatan biotek yang lain. Justru kita manfaatkan semaksimal mungkin bioteknologinya, ini adalah teknologi baru dari teknologi inilah kita sangat diuntungkan," tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika (KKH-PRG) Agus Pakpahan mengatakan hingga kini terdapat beberapa produk bioteknologi yang telah mendapatkan persetujuan keamanan pangan di Indonesia.

 

"Kami baru baru ini menyetujui dua produk bioteknologi antara lain tebu tahan kekeringan dan jagung toleran herbisida. Kedua produk ini sedang menunggu persetujuan untuk rilis komersial agar memenuhi persyaratan untuk dibudidyakan dalam pertanian di Indonesia bagi kepentingan petani," ucap Agus.

 

Agus mengakui kehadiran bioteknologi tanaman pangan belum diterima sepenuhnya di semua negara secara terbuka. Namun, ia meyakini seiring dengan perjalanan waktu dan penyempurnaan, produk tanaman biotek terus dilakukan maka akan bertambah pula negara-negara yang membuka pintu akan kehadiran tanaman biotek.

 

"Secara riset bioteknologi, Indonesia tidaklah ketinggalan dibanding negara-negara maju. Hanya saja untuk pelepasan produk tanaman rekayasa genetika sikap hati-hati pemerintah bukanlah menolak akan produk tanaman biotek ini," kata dia.

 

Direktur IndoBIC Bambang Purwantara menyampaikan ada beberapa hal yang menjadi isu terkini yaitu belum selesainya pedoman pengawasan setelah pelepasan, sudah lebih 2 tahun, perubahan Permentan untuk pelepasan varietas tanaman pangan dimana Permentan untuk pelepas varietas biotek belum disusun oleh pemerintah.

 

"Karena Permentan No.61 tahun 2011 mengenai penilaian, pelepasan dan penarikan varietas tanaman menjadi dilematis dikarenakan terkait fakta Pembubaran Balai benih Nasional (BBN)," tutur bambang.