Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Teknologi Biotek Bisa Kurangi Penggunaan Pestisida

Tanggal: 5 September 2015 | Sumber: Beritasatu.com | Penulis:

Jakarta - Bioteknologi atau pemanfaatan sumber daya hayati melalui perekayasaan sudah terbukti mampu meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian lembaga riset PG Economics, yang berpusat di Dorchester, Inggris, yang dilakukan selama 17 tahun (1996-2013) di 18 negara.

 

Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, penelitian tersebut juga menunjukkan penerapan teknologi biotek mampu memberikan kontribusi penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dari praktik pertanian. Tanaman bioteknologi lebih tahan terhadap serangan hama, sehingga mengurangi penggunaan pestisida.

 

“Selama 1996-2013, tanaman bioteknologi telah mengurangi penggunaan pestisida sebanyak 550 juta kilogram (kg), sehingga dampak lingkungan terkait penggunaan herbisida dan insektisida di lahan yang ditanami tanaman biotek, dapat dikurangi sebesar 19 persen," ujar Graham Brookes, Direktur PG Economics, yang juga penulis laporan tersebut, dalam Seminar dengan tema “GM Crops: Global Socio-Economic and Environmental Impacts 1996-2013” yang diselenggarakan Indonesian Biotechnology Information Center (IndoBIC), Jakarta, Jumat (4/9).

 

Perhitungan data pada 2013 juga menunjukkan, penggunaan bioteknologi telah berhasil menurunkan pelepasan karbondioksida (CO2) ke atmosfer sebanyak 28 miliar kg. Hal ini setara dengan menghilangkan 12,4 juta mobil dari jalanan dalam setahun.

 

“Penerapan bioteknologi dapat mengurangi tekanan terhadap lahan dan lingkungan, sekaligus menjadikan lingkungan hidup lebih baik,” tandasnya.

 

Herman/FAB