Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

TANAMAN BIOTEK MENINGKAT PESAT SEJAK KOMERSIALISASI PADA 1966

Tanggal : 13 March 2013 | Sumber : B2B

Pertama kalinya sejak tanaman biotek rekayasa genetika diperkenalkan dua dekade lalu, negara-negara berkembang seperti Sudan dan Kuba menanam biotek lebih banyak dibandingkan negara maju. Hal tersebut berkontribusi positif terhadap ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan di beberapa wilayah yang paling rentan didunia.

"Negara-negara berkembang mengambil porsi 52 persen pengembangan tanaman biotek dunia pada 2012, meningkat sekitar 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Tahun ini kemajuan negara-negara berkembang melampaui negara-negara maju yang menanam 48% sisanya," kata Pendiri dan Ketua International Service for the Acquisition of Agri-biotech Applications (ISAAA), Dr Clive James di kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Rabu (13/3).

"Pertumbuhan ini bertentangan dengan prediksi para kritikus, sebelum komersialisasi teknologi ini pada 1966 menyatakan biotek hanya cocok di negara maju, dan tidak akan pernah diadopsi oleh negara-negara berkembang," ungkap James.

Menurut Dr Clive James, adopsi tanaman biotek di negara biotek di negara-negara berkembang terus tumbuh dari tahun ke tahun dan  mampu melampaui negara-negara maju pada 2012.

"Sebagai tonggak sejarah yang pernah  dianggap mustahil oleh sebagian pakar pertanian," ungkapnya lagi.