Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Skema Bagi Lahan Digodok-Indonesia Masih Berpeluang Jadi Lumbung Pangan

Tanggal: 1 December 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah sudah menyiapkan 9 juta hektar lahan pertanian yang menurut rencana dibagikan kepada petani di sejumlah daerah. Lahan itu disiapkan untuk mendongkrak produksi pertanian, tetapi belum bisa dilakukan karena skema pembagiannya belum siap.

 

Presiden Joko Widodo mengatakan, lahan yang dimaksud sudah disiapkan selama satu setengah tahun terakhir. "Lahan itu rencananya dibagikan kepada rakyat dan koperasi dengan tepat. Jangan sampai nanti setelah dibagi, tetapi dijual lagi oleh penerima kepada pihak lain. Karena itu, saya masih belum berani membaginya, masih ingin mendapatkan sistem yang tepat," kata Presiden Joko Widodo saat menghadiri penyerahan Adhikarya Pangan Nusantara di Istana Negara, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (30/11).

 

Menurut Presiden, keberadaan lahan tersebut sangat penting bagi petani. Lahan yang diberikan dapat dipakai sebagai modal produksi. Namun, sampai saat ini Presiden belum menemukan skema yang tepat. "Oleh sebab itu, saya minta agar tanah itu tidak dibagi sebelum ketemu skema yang tepat," ujar Presiden.

 

Rabu kemarin, Presiden menyerahkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara kepada 73 penerima yang terdiri dari lima kategori, yaitu Pelopor Ketahanan Pangan (5 orang), Pemangku Ketahanan Pangan (3 orang), Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan (30 orang), Pelayanan Ketahanan Pangan (17 orang), dan Pembina Ketahanan Pangan (18 orang). Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada seseorang atau kelompok dalam rangka perwujudan kedaulatan pangan. Para teladan itu secara khusus sempat ditemui Presiden di Istana Merdeka.

 

Presiden mengharapkan kepeloporan mereka dalam memperkuat ketahanan pangan. Penguatan ketahanan pangan harus dikerjakan bersama dengan pemda, kementerian dan lembaga, petani, dan semua pihak terkait. Mendukung program itu, mulai tahun depan pemerintah berkonsentrasi memenuhi kebutuhan irigasi pertanian.

 

Menurut Presiden, Indonesia memiliki peluang besar menjadi lumbung pangan dunia. Beberapa lahan yang berpotensi menjadi lumbung pangan di antaranya di Merauke, Papua. Di sana terdapat 4 juta hektar lahan yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman pangan. Jika lahan tersebut dimaksimalkan produksinya, itu dapat memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

"Persoalannya selama ini, hal itu tidak pernah fokus mengerjakan itu karena masalah lapangannya juga banyak. Ini tantangan yang harus kita hadapi di lapangan," kata Presiden.

 

Tak dibiarkan

Presiden prihatin, Indonesia masih impor untuk sejumlah bahan pangan. Padahal, potensi produksi pangan di Indonesia sangat besar. Karena itu, Presiden tidak menginginkan ketergantungan bahan pangan itu tidak dibiarkan terus.

 

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, program pemberian lahan untuk petani harus sejalan dengan potensi di setiap daerah. Tidak hanya itu, pengembangan produk hasil pertanian juga mesti mempertimbangan faktor cuava. Langkah ini dapat menggali lebih jauh potensi yang ada di wilayah yang bersangkutan.

 

Amran mencontohkan, untuk pengembangan tanaman jagung, misalnya, salah satu wilayah yang bisa menjadi tempat penanaman adalah Dompu, Nusa Tenggara Barat. Jika program pemberian laha itu dilakukan dengan paradigma seperti ini, kata Amran, itu bisa efektif meningkatkan produksi hasil pertanian.

 

Mengacu pada persoalan di atas, Kementerian Agraria dan Tata Ruang sedang menyelesaikan rancangan peraturan pemerintah tentang bank tanah. Mengutip informasi yang tertera dalam laman Badan Pertanahan Nasional, menurut rencana, peraturan ini akan selesai pada awal 2017. (NAD/NYD/FER)