Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

SEMINAR TEKNOLOGI PERTANIAN DISELENGGARAKAN DI TEGAL, INDONESIA

Tanggal : 11 May 2016

"Riset dan  teknologi penting untuk mendukung peningkatan dan keberlanjutan produksi pangan," ujar Bapak Enthus Susmono, Bupati Tegal, yang merupakan pembicara utama dalam seminar Teknologi Pertanian untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Indonesia di Kantor Administrasi Kabupaten, Slawi, Tegal, Jawa Tengah pada tanggal 29 Maret 2016.
 
Seminar yang diselenggarakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA); Indonesian Biotechnology  Information  Centre  (IndoBIC);  Masyarakat  Bioteknologi  Pertanian (MASBIOPI); dan CropLife  Indonesia bertujuan untuk memperkenalkan perkembangan dan peran strategis bioteknologi kepada Kepala Kabupaten di Tegal, Jawa Tengah. Delapan puluh  lima  (85) orang  termasuk petani, petugas pertanian, pejabat pemerintah,  ilmuwan diajak  bersama  untuk  membahas  tentang  perkembangan  bioteknologi  dan  peran strategisnya  untuk  membantu  meningkatkan  produktivitas  tanaman dalam  rangka mendukung swasembada pangan di Indonesia.
 
"Bioteknologi merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menciptakan bibit  unggul  yang  diharapkan  dapat  meningkatkan  produksi  pertanian.  Penerapan bioteknologi telah mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanian, seperti tanaman tahan hama,  tahan stres,  tahan kekeringan,  tanaman dengan kandungan gizi yang  tinggi, dan  banyak  lainnya.  Penerapan bioteknologi  juga  dapat digunakan  untuk menciptakan bibit, varietas tanaman, biopestisida dan pupuk hayati yang ramah lingkungan. Indonesia memiliki daerah yang luas, tetapi hanya beberapa dari itu yang dapat ditanami. Total luas lahan tidak sebanding dengan peningkatan jumlah penduduk. Beberapa hama mengganggu perkebunan pertanian  termasuk hama biotik dan  abiotik. Penerapan teknologi dianggap sangat  penting  dalam  meningkatkan  produksi  pertanian  maka  dapat  menguntungkan banyak petani di Indonesia," jelas Bapak Susmono.
 
Ir. Winarno Tohir, Ketua kelompok  tani KTNA dan Prof. Dr. Ir. Parulian Hutagaol dari Institut  Pertanian Bogor masing-masing membahas  Perspektif  Petani  terhadap   Adopsi Bioteknologi  di  Indonesia  dan  Pertimbangan  Sosial  Ekonomi  Penerapan  Bioteknologi untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional dan Ekonomi.
 
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Dewi Suryani di catleyavanda@gmail.com.