Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

RISET BIOTEKNOLOGI - Jepang Lirik Pangan

Tanggal: 12 August 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS - Pangan dari tumbuh-tumbuhan tropis dan produk teknologi fermentasi tradisional di Indonesia menarik peneliti dan industri Jepang. Universitas Osaka dan perusahaan instrumen riset Shimadzu, asal Jepang, menjajaki kolaborasi riset dengan universitas dan industri di Indonesia bidang bioteknologi khususnya penerapan metabolimik.

 

Metabolimik merupakan analisis komprehensif untuk pengujian dan pengukuran kadar senyawa metabolik satu sistem biologis. Analisis itu tak hanyak mengukur 1-2 senyawa, tetapi juga seluruh senyawa dalam satu kali pengukuran. Universitas Osaka dan Shimadzu membangun laboratorium Osaka University and Shimadzu Analytical Innovation Research Laboratory, salah satunya untuk terus mengembangkan metode analisis data yang baru terkait metabolimik.

 

Guru Besar pada Department of Biotechnology, Graduate School Of Engineering Universitas Osaka, Eiichiro Fukusaki, mengatakan, salah satu kekayaan produk pangan penting Indonesia adalah tempe. "Tempe ideal sebagai pangan fungsional karena mengandung protein, asam amino, dan jenis vitamin tertentu," ucapnya, Rabu (10/8), di Jakarta.

 

Fukusaki mengatakan itu di sela Lokakarya "Frontier in Biotechnology: New Insights for Analysis of Biomolecules in Food and medical with Mass "Frontier in Biotechnology: New Insights for Analysis of Biomolecules in Food and medical with Mass Spectrometry" yang diadakan Institut Teknologi Bandung. Aktivitas itu bagian dari penjajakan kerja sama saling menguntungkan.

 

Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek dan Dikti Ocky Karna Radjasa mengatakan, pemerintah sudah memperhatikan pengembangan bioteknologi memanfaatkan melimpahnya sumber daya genetik Indonesia, antara lain membangun Indonesian Culture Colection yang dikelola LIPI. Kerja sama internasional memberi peluang percepatan riset demi produk bernilai tambah.

 

Terkait tempe, Asisten Profesor pada Department of Biotechnology, Graduate School Of Engineering Universitas Osaka, sekaligus Dosen Luar Biasa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, Satria Prama Putri, mengatakan, tempe tak hanya sekedar produk pangan. namun, potensial punya nilai tambah. "Saya akan riset potensi tempe untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler," ujarnya.

 

Sebagai awal, perlu riset metabolomik untuk memetakan senyawa beragam tempe. Itu akan dilakukan bersama Jepang.

 

Dekan SITH ITB I Nyoman Pugeg Aryantha mengatakan, dengan pendekatan metabolomik, Indonesia akan mampu mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan keanekaragaman genetik untuk menghasilkan produk bernilai tambah. (JOG)