Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

RISET BENIH TRANSGENIK TEBU MULAI DIGLAKUKAN

Tanggal: 5 January 2012 | Sumber: KABAR BISNIS | Penulis:

Produk transgenik untuk tanaman tebu kini tengah disiapkan. Benih transgenik tebu diharapkan bisa memacu produktivitas dan kualitas tanaman tebu, yang muaranya akan menggenjot kinerja industri gula yang saat ini masih terpuruk.


Ketua Komisi Keamanan Hayati Produk Rekasaya Genetika (KKH) Agus Pakpahan mengatakan, riset untuk produk transgenik tebu sedang dilakukan oleh para ahli pertanian di Universitas Jember (Unej), Jawa Timur. Unej memang dikenal sebagai ladang para peneliti pertanian. Universitas tersebut dulu pernah menghasilkan varietas tebu unggul, namun bukan dalam bentuk produk transgenik. “Sekarang sedang dikerjakan Universitas Jember didukung oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI,” ujar Agus .


Seperti diketahui, peredaran produk transgenik yang selalu diperdebatkan karena dinilai merusak lingkungan dan membahayakan pangan kini telah dilegalkan oleh pemerintah. Kementerian Pertanian (Kementan) merilis regulasi varietas dan produk transgeik lewat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/2011 tentang Pengujian, Penilaian, Penarikan Varietas.


Permentan No 61/2011 itu menugaskan Tim Penilai dan Pelepasan Varietas (TP2V) yang bertugas memberikan saran rumusan prosedur penilaian, pelepasan da penarikan varietas tanaman dalam produk pertanian. Adapun merupakan komisi yang memberikan rekomendasi kepada Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam penyusunan dan penetapan kebijakan serta menerbitkan sertifikat keamanan hayati PRG.


Agus Pakpahan menilai, pemanfaatan benih trangenik sulit dihindari, khususnya di saat ancaman krisis pangan dan anomali iklim. Pengembangan tanaman transgenik sudah merupakan kebutuhan masyarakat dunia atas problema mengatasi kebutuhan pangan.


Terkait kapan benih transgenik tebu diproduksi massal, Agus mengatakan, prosesnya masih sangat panjang. Setelah riset dilakukan, benih itu masih harus diuji lagi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan keamanannya jika diproduksi masal dan dijual luas ke publik.


“Setelah selesai penelitian, Komisi Keamanan Hayati nanti yang memberi rekomendasi untuk diuji di BPOM. Prosesnya masih panjang. Tapi ini harus kita mulai karena penting guna mendongkrak kinerja industri berbasis tebu,” tuturnya.