Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

RESISTENSI TERHADAP HERBISIDA PELOPORI TANAMAN RG, UJAR ILMUWAN GULMA

Tanggal : 20 July 2016

Resistensi terhadap herbisida telah disalahkan untuk penggunaan glifosat pada tanaman rekayasa genetika. Namun, Weed Science Society of America (WSSA) melaporkan bahwa resistensi terhadap herbisida mempelopori tanaman rekayasa genetika dalam 40 tahun. Menurut rilis berita dari WSSA, sementara 2016 menandai tanaman resistan glifosat ke-20 tahun, 2017 akan menandai peringatan 60 tahun pertama kali gulma tahan herbisida dilaporkan.

 

Kasus resistensi terhadap herbisida pertama kali dilaporkan pada 1957 sejenis dayflower menyebar di Hawaii ditemukan resisten terhadap sejenis herbisida auksin sintetik. Pada tahun yang sama, sejenis wortel liar di Ontario, Kanada ditemukan menjadi resistan terhadap beberapa herbisida auksin sintetik yang sama. Sejak itu, 250 spesies gulma telah berevolusi tahan terhadap 160 herbisida yang berbeda yang mencakup 23 dari 26 mekanisme herbisida yang dikenal, dan mereka ditemukan di 86 tanaman di 66 negara. 

 

Para peneliti menunjukkan bahwa resisnsi gulma berevolusi ketika pendekatan tunggal untuk pengelolaan gulma digunakan berulang kali untuk mengesampingkan kontrol kimia dan budaya lainnya - membuat beraneka ragam, pendekatan terpadu untuk pengelolaan gulma baris pertama pertahanan. Banyak petani telah berhasil berjuang perlawanan dengan mengadopsi lebih luas kontrol.

 

Untuk lebih lengkap, baca rilis berita di situs WSSA http://wssa.net/2016/07/scientists-say-herbicide-resistance-predates-genetically-engineered-crops-by-40-years/.