Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Reorganisasi Kementan tunda komersialisasi jagung transgenik tahan herbisida

Tanggal: 29 May 2016 | Sumber: Kabar Bisnis | Penulis:

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produk benih jagung transgenik tahan herbisia sudah memperoleh rekomendasi lengkap dari Komisi keamanan Hayati (KKH). Namun, produk benih bioteknologi  milik Monsanto ini belum dapat dikomersialkan karena belum berfungsinya kerja Tim Penilai Pelepasan Varietas (TP2V)  sehubungan adanya reorganisasi Kementerian Pertanian (Kementan).

 

Anggota KKH M Muhammad Herman menuturkan, sejatinya benih jagung transgenik ini sudah siap dilepas ke pasar. Pasalnya, produk benih transgenik tahan herbisida ini sudah memenuhi semua persyaratan yakni lolos dan dinyatakan aman bagi kemanan pangan (BPOM), lingkungan (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ) dan pakan (Kementan). Namun, setelah enam bulan Tim KKH mengeluarkan rekomendasi keamanan untuk diedarkan benih jagung transgenik ini karena reorganisasi Kementan.

 

“Ketua TP2V yang kala itu juga menjabat Kapuslitbang Ketahanan Pangan mengundurkan diri  karena tidak berkenan mengikuti proses lelang yang diadakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.Namun, ketika pejabat baru mengisi pos sebagai Kapuslitbang Ketahanan Pangan ternyata  tidak otomatis juga menjabat sebagai Ketua TP2V . Ini dikarenakan untuk menempati posisi Ketua TP2V juga harus diangkat melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian,” ujar Herman kepada kabarbisnis.com, kemarin

 

Akibatnya, hingga kini TP2V belum juga bersidang untuk memutuskan apakah produk benih jagung transgenik tahan herbisida itu dapat dipasarkan ke petani. Padahal untuk  memutuskannya,  TP2V  dapat memutuskan maksimal dua pekan saja. ”Kalau data benih jagung transgenik tahan herbisida itu lengkap maka TP2V dapat bekerja cepat,” kata Herman

 

Benih jagung trasngenik tahan herbisida berbahan aktif glifosat ini menjadi peluang petani meningkatkan provitas hasil tanam.Pasalnya benih jagung  yang beredar di pasar baik komposit maupun hibrida tidak tahan penyakit dan gulma.

 

Adapun untuk menyiangi  (menyemprot  obat)  gulma itu cukup beresiko karena tanaman jagung itu juga dapat mati karena terpapar herbisida. Namun dengan penggunaan benih jagung transgenik  , maka petani tidak perlu risau karena yang dipastikan mati adalah gulmanya. Selain itu, manfaat lainnya ada peningkatan pendapatan petani karena  pengurangan biaya tenaga kerja untuk menyiangi gulma.

 

 

Untuk informasi saja,proses pengujian benih  jagung herbisida untuk dikomersialkan memakan waktu terbilang lama. Rangkaian pengujian oleh otoritas independen yang ditunjuk pemerintah (KKH) sudah dirintis sejak tahun 2.000 an . Setelah sinkronisasi kebijakan dilakukan, benih jagung transgenik ini baru dinyatakan aman pangan pada 2012. Kemudian di tahun berikutnya, KKH memberi status aman pakan dan aman lingkungan pada 2015.kbc11