Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

HUBUNGAN ANTARA AROMA BERAS DENGAN PENURUNAN HASIL DENGAN PERLAKUAN GARAM

Tanggal : 7 May 2010

Aroma pada beras telah dikaitkan dengan penghapusan gen yang menyebabkan hilangnya fungsi enzim betaine aldehyde dehydrogenase 2 (BADH2). Adanya BADH dalam tanaman telah diamati mendukung kemampuan tumbuhan tersebut untuk menanggung stres abiotik. BADH diproduksi dalam tanaman melalui akumulasi glycinebetaine (GB). Namun dikarenakan padi tidak menghasilkan GB, produksi BADH2 telah dikaitkan dengan metabolisme gamma-amino butyric acid (GABA), yang membantu tanaman mentolerir stres seperti salinitas yang tinggi.

Dengan demikian,sebuah  percobaan skala rumah kaca dilakukan oleh Timothy Liam Fitzgerald dari Centre for Plant Conservation Genetics di Australia, bersama dengan ilmuwan lainnya, untuk menentukan perbedaan toleransi garam dari beras budidaya wangi dan beras budidaya tidak wangi yang memiliki BADH2. Hasilnya menyatakan bahwa produksi benih matang benar-benar dihambat pada tanaman beras wangi yang diperlakukan larutan garam. Oleh karena itu, beras wangi yang biasanya disukai oleh konsumen mungkin berasal dari tanaman padi-sensitif garam.

Artikel lengkapnya dapat diunduh di http://dx.doi.org/10.1016/j.envexpbot.2010.01.001