Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

REKAYASA GENETIKA - Peneliti Pertanian Hasilkan Jeruk Siam Medan Tanpa Biji

Tanggal: 17 April 2018 | Sumber: Koran Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS – Bioteknologi terus dikembangkan untuk menghasilkan produk buah unggulan, yaitu memiliki rasa manis, bergizi tinggi, berbentuk dan berwarna menarik, serta mudah dikupas. Rekayasa bioteknologi juga dilakukan untuk menghasilkan varietas jeruk siam medan (Citrus sinesis) tanpa biji.

 

Hasil penelitian ini dilaporkan Mia Kosmiatin, peneliti dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BB Biogen Balitbangtan), Senin (16/4/2018). Penelitian itu dilaksanakan mia bersama Mastur dari BB Biogen.

 

Teknik yang diterapkan berupa pemuliaan jeruk secara in vitro melalui kultur jaringan endosperma hingga terbentuk tanaman lengkap atau individu baru jeruk siam medan tanpa biji. “Uji penanaman bibit pertama telah menghasilkan buah tanpa biji,” ujarnya.

 

Saat ini tanaman tersebut sedang berbuah yang kedua kali. Selanjutnya akan dilakukan uji kebenaran atau kestabilan hasil sebelum didaftarkan sebagai varietas unggul baru. “Bibit jeruk ini nantinya dapat diperbanyak dan disebarkan kepada petani,” tambah Mia.

 

Mereka bergerak melakukan penelitian pada jeruk karena buah ini paling banyak digemari karena rasa, penampilan, dan mudah dikonsumsi. Sayangnya, buah dengan kriteria itu yang beredar dipasaran merupakan buah impor. Sementara buah local memiliki kelemahan antara lain bijinya banyak, warna kurang menarik atau hijau, dan rasanya agak masam.

 

Karena itu, bioteknologi diterapkan untuk mengatasinya, yaitu membuat jeruk manis dan tanpa biji. Pemuliaan jeruk agar tidak atau sedikit berbiji sebenarnya sulit dilakukan dengan cara konvensional melalui persilangan seksual.

 

“Kendalanya pada sterilitas kromosom jantan pada jeruk tanpa biji,” ujar Mia.

 

Aplikasi bioteknologi

 

Untuk mengatasi kendala tersebut, salah satu cara yang dilakukan adalah mengaplikasikan bioteknologi selular atau molekuler hingga menghasilkan buah tanpa biji.

 

Dalam hal ini dilakukan perakitan tanaman jeruk triploid yang akan menghasilkan buah tanpa biji. Ini dapat terjadi karena ketidakseimbangan perpasangan kromosom saat proses pembentukan gamet atau gametogenesis pada jeruk ini. Perakitan tanaman triploid dilakukan dengan menyilangkan tanaman diploid monoembrionik sebagai induk betina dengan tanaman tetraploid. Namun, tambah Mastur, teknik ini sulit dilakukan. Pasalnya belum ditemukan plasma nutfahnya di Indonesia.

 

Karena itu, perakitan tanaman triploid dilakukan dengan mengultur dan meregenerasikan jaringan endosperma hingga membentuk tanaman lengkap atau individu baru. Mia dan tim peneliti BB Biogen sudah berhasil meregenerasikan jaringan endosperma jeruk siam medan. Hasilnya pada musim berbuah yang pertama menunjukkan karakter buah tanpa biji.

 

Peningkatan mutu dan jumlah jeruk Nusantara yang unggul ini diharapkan dapat menyaingi jeruk impor dan  dapat menekan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalan negeri.

(*YUN)