Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

RAYAKAN HARI BUMI DENGAN PENCAPAIAN BIOTEKNOLOGI

Tanggal : 27 April 2016

Sebagai perayaan ke-46 dari gerakan Hari Bumi pada 22 April 2016,  tanaman rekayasa genetika (RG) telah melindungi lingkungan selama 20 tahun. 
 
Hari Bumi pertama kali dirayakan pada tahun 1970, dengan tujuan memunculkan kesadaran, menyalurkan tenaga manusia terhadap isu-isu lingkungan. Sejak itu, teknologi juga telah berevolusi memberikan kontribusi terhadap ketahan pangan, keberlanjutan, dan mitigasi perubahan iklim.
 
Menurut laporan terbaru ISAAA 20th Anniversary (1996-2015) of the Global Commercialization of Biotech Crops and Biotech Crop Highlights in 2015 (Brief 51), tanaman toleran herbisida, yang ditanam di 95,9 juta hektar laha pada 2015 mengurangai dampak negatif pertanian terhadap lingkungan dengan menurunkan kebutuhan untuk mengolah. Hal ini memberikan sangat banyak manfaat terhadap lingkungan antara lain pelestarian keanekaragaman hayati, mencegah penggundulan hutan, mengurangi erosi tanah dan polusi air, dan mengurangi emisi karbon dioksida. Dengan manfaat ini, bioteknologi memastikan kebutuhan masyarakat ditangani dan pada saat yang bersamaan, melindungi lingkungan.


Untuk mengetahui lebih lanjut kontribusi tanaman bioteknologi terhadap ketahanan pangan, keberlanjutan, dan mitigasi, unduh lengkap infografik Brief 51 http://www.isaaa.org/resources/publications/briefs/51/infographic/pdf/B51-Infographics- English.pdf. Baca artikel terkait tentang Hari Bumi dan bioteknologi dari Earth Day Network http://www.earthday.org/earth-day/ dan Forbes http://www.forbes.com/forbes/welcome/#53bdf1354dcd.