Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Pusat Riset Kopi dan Kakao Jember Jadi Kawasan Iptek

Tanggal: 21 May 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JEMBER, KOMPAS — Pusat penelitian kopi dan kakao yang menjadi pusat unggulan iptek sejak Desember 2012 meningkatkan kinerjanya dalam pengembangan jaringan riset dan bisnis serta memberdayakan petani dan swasta melalui inovasi. Karena itu, pusat riset itu layak dikukuhkan jadi kawasan sains dan teknologi Jember.

 

Mentri Riset Teknologi dan pendidikan tinggi Muhammad Nasir saat meresmikan kawasan sains dan teknologi (STP) Jember, Jumat (20/5). Acara itu dihadiri Direktur Utama Riset PT Perkebunan Nusantara XII Teguh Wahyudi, Direktur Puslit Koka Jember Wisnawi, dan Bupati Jember paida.

 

"Puslit Koka Jember yang berhasil mengembangkan inovasi teknologi agro industri kopi dan kakao dari hulu kehilir jadi pusat unggulan iptek (PUI) pertama diindonesia yang bisa ditingkatkan statusnya dan diresmikan sebagai STP" kata nasir

 

Inkubasi Teknologi

 

Puslit Koka jember layak jadi STP karena punya inkubasi meski skala kecil dan terbatas dihulu. Kemampuan STP Jember perlu ditingkatkan dengan pembangunan inkubasi di hilir," STP Jember bisa membina teknopreneur skala hingga menengah demi Hilirisasi, " ujarnya

 

Mereka menjadi tenat yang terlibat dalan inkubator teknologi yang dibangun STP," ucap nasir. Hilirisasi diharapkan bisa menumbuhkan pusat ekonomi baru dengan lahirnya perusahaan pemula berbasis teknologi itu.

 

Teknopreneur sebagai pabrikan harus didukung pasokan bahan baku memadai agar bisa terus memproduksi. Dengan pasokan bahan baku, teknologi proses, dan sumber daya manusia memadai, mereka yang terlibat di STP Jember, bisa menghasilkan produk bersaing dipasar Global.

 

Untuk mendukung pembinaan Teknopreneur di STP Jember, Kemristek dan Dikti akan menyediakan insentif Rp 50 Miliar. Menurut Direktur Lembaga penelitian dan pengembangan Kemristek Dikti Kamal Prihatman, Sejak dibina pada 2012 sebagai PUI, Puslit Koka mendapat dana pembinaan Rp 500 Juta pertahun selama 3 tahun. itu meliputi publikasi hasil Riset, standardisasi, dan pengajuan paten.

 

Sebagai STP, Misnawi berharap dukungan kamristek dan dikti pengelokasian dana peningkatan pendidikan pelatihan usaha kecil menengah di STP. Sejak lima tahun lalu, Puslit itu membina sekitar4.500 orang terkait cara panen terbatas.

 

Menurut kamal, PUi yang bisa menjadi STP adalah Puslit kelapa sawit medan, Puslit karet Bogor, dan puslit teh dan kina Ciwidey, Jawa Barat. (YUN)