Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PRODUKSI JAGUNG DAN KEDELAI: CROPLIFE PRODUKSI BENIH BIOTEKNOLOGI

Tanggal: 20 June 2012 | Sumber: BISNIS INDONESIA | Penulis: MASTER SITOHANG

 

MEDAN: CropLife Indonesia siap memproduksi benih jagung dan kacang kedele bioteknologi untuk ekspor dan kebutuhan dalam negeri.

 

General Manager CropLife Indonesia  Heri Kristanto mengakui perusahaan asal Amerika Serikat itu sudah menguji coba jagung  dengan gen yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan negara lain di Asia Tenggara seperti Filippina.

 

“Kami siap memproduksi benih untuk ekspor ke Filippina. Setiap tahun negara tersebut masih mendatangkan benih jagung biotek dari Amerika Serikat sebesar 20.000 ton per tahun,” ujarnya di Medan Rabu 20 Juni 2012.

 

Produksi jagung hasil bioteknologi (rekayasa genetik) tersebut, tuturnya, kalau ditanam kembali akan menghasilkan produk yang dipersilangkan. “Bisa saja produksinya tidak bagus karena kembali kepada asal benih yang dihasilkan dengan bioteknologi.”

 

Oleh karena itu, paparnya, untuk mempertahankan produktivitas tetap tinggi, para petani jagung harus tetap menggunakan benih pertama dari hasil bioteknolgi tersebut.

 

Di Indonesia, kata dia, sejak 1996 pemerintah sudah memperbolehkan penggunaan bioteknologi untuk mengembangkan benih unggul terutama untuk agrikultur karena lahan semakin sempit.

 

Persoalannya, kata dia, perlu dilakukan penelitian lanjut terhadap risiko yang ditimbulkan terutama terhadap lingkungan, kesehatan, dan pakan.

 

Di Indonesia, kata dia, dari sejumlah percobaan yang sudah dilakukan yang sudah memenuhi persyaratan adalah tanaman jagung dan tebu yang dikembangkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Jatim yang tahan terhadap lingkungan.

 

Sementara itu, Winarno Tohir, dari Komite Ketahan Pangan Nasional menegaskan Filippina sejak 2003 sudah menanam benih jagung bioteknologi dan hasilnya sangat menguntungkan.

 

Pada dasarnya, kata dia, proses bioteknologi itu adalah merakit tanaman sesuai kondisi tanah, lingkungan dan kesehatan. Dengan demikian, tuturnya, tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, lingkungan, dan pakan.

 

Tujuannya, kata dia, meningkatkan produktivitas karena lahan pertanian semakin sempit seiring dengan bertambahnya populasi manusia.

 

 

Sumber: http://www.bisnis.com/articles/produksi-jagung-dan-kedele-croplife-produksi-benih-bioteknologi