Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PG ECONOMICS LAPORKAN DAMPAK GLOBAL TANAMAN BIOTEKNOLOGI

Tanggal : 1 June 2016

 

Tanaman bioteknologi secara konsisten telah berperan penting dalam ekonomi dan meningkatkan produksi, meningkatkan pendapatan dan mengurangi risiko," menurut laporan PG Economics yang berjudul GM Crops: Global Socio-economic and Environmental Impacts 1996- 2014 ditulis oleh Graham Brookes dan Peter Barfoot.

 

"Di mana petani telah diberi pilihan menanam tanaman rekayasa genetika (RG), menyadari manfaat ekonomi dengan jelas dan mendapat keuntungan sebesar rata-rata lebih dari $ 100 / hektar pada tahun 2014" ujar Graham Brookes, yang juga Direktur PG Economics. "Dua-pertiga keuntungan ini diperoleh dari hasil yang lebih tinggi dan produksi tambahan, dengan para petani di negara berkembang memperoleh keuntungan tertinggi. Lingkungan juga diuntungkan dengan semakin banyaknya petani yang mengadopsi praktik konservasi tanah, membangun praktek pengelolaan gulma mereka kira-kira lebih ramah herbisida dan mengganti insektisida digunakan dengan tanaman RG tahan serangga," tambahnya.

 

Poin-poin penting dari laporan ini meliputi:

• Tanaman RG memungkinkan petani untuk mendapat hasil lebih banyak tanpa menggunakan lahan tambahan. Tanpa bioteknologi, petani akan membutuhkan 20,7 juta hektar atau lebih untuk mendapatkan hasil yang sama.

• Bioteknologi membantu petani menghasilkan lebih banyak. Karena tanaman bioteknologi, 321.8 juta ton jagung, 24.7 juta ton kapas dan 158.4 juta ton kedelai ditambahkan dalam produksi global.

• Praktek penanaman tanaman RG membantu mengurangi tanah yang diolah dan emisi gas rumah kaca yang setara dengan menghilangkan 10 juta mobil dari jalan pada 2014.

 

Untuk lebih lengkap, unduh salinan laporan PG Economics.