Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Petani Perlu Adopsi Bioteknologi

Tanggal: 20 April 2016 | Sumber: Swadaya | Penulis:

Organaisasi nirlaba the International Service for the Acguisition of Agri-Biotech Aplications(ISAAA) merilis laporan tahunannya mengenai adopsi tanaman biotek dengan tajuk “Peringatan 20 Tahun Komersialisasi Tanaman Biotek (1996-2015) di seluruh Dunia, dengan Penekanan pada Aplikasi Pemanfaatan Biotek pada tahun 2015”. Laporan ternyata menyajikan data peningkatan luasan lahan tanaman biotek secara global dari 1,7 juta ha tahun 1996, menjadi 179,7 juta ha tahun 2015.

 

 

 

Menurut  Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi Teknologi Pertanian, Dr. Ir. Mat Syukur dari Kementerian Pertanian yang membuka acara peringatan tersebut di Gedung PIA Kementan mengatakan, peningkatan luas lahan biotek 100 kali lipat dalam kurun waktu 20 tahun yang sudah diadopsi. “Ini sangat penting dan menarik dalam meningkatkan kualitas secara menyeluruh jumlah tanaman yang sudah diadposi seperti jagung yang terus meningkat. (19/4/2016)

 

 

 

Pengembangan biotek untuk menjawab tantangan meningkatkan pendapatan petani  yang hanya memiliki lahan setengah hektar, selain itu juga bisa meningkatkan produktivitas produk. Pemenuhan kebutuhan masyarakat menengah untuk mendapatkan produk pertanian yang berkualitas juga menjadi jawaban dengan biotek.

 

 

 

Misi besar Kementan menurut Mat Syukur perlu didukung dengan kebijakan yang kondusif secara bio science dan teknologi. Langkah visi pembangunan kedepan diperlukan bagaimana mensinergikan dengan berbagai kepentingan untuk menuju pembangunan pertanian kedepan. “Peran teknologi sangatlah penting, ketersediaan pangan kedepan merupakan sebuah tantangan maka diperlukan bioteknologi yang tahan penyakit dan perubahan iklim,” ujarnya.

 

 

 

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno mengatakan pengembangan biotek yang paling cepat diadopsi oleh masyarakat dalam kurun waktu 20 tahun sudah 100 kali lipat. Hal tersebut karena petani merasakan puas dan menguntungkan menggunakan bioteknologi yang sudah di informasikan oleh para ahli kepada petani. “Bahakan petani berniat bagaimana memperluas tanaman biotek dengan cepat,” tambahnya.

 

 

 

Bambang Purwantoro mengatakan bahwa biotek sudah diadopsi di berbagai negara yang sampai saat ini belum ada kendala serius yang dihadapi. Regulasi yang di inginkan oleh pemerintah yaitu biotek harus aman lingkungan, aman pangan, dan aman pakan. “Hanya rekomendasi aman pakan yang sampai saat ini belum disetujui pemerintah untuk menggunakan biotek, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa direalisasikan,” tegasnya. SY