Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PETANI AFRIKA MENANAM TANAMAN BIOTEK DI 3,5 JUTA HA PADA 2015

Tanggal : 20 April 2016

Hanya  tiga  negara Afrika  yang menanam  tanaman  rekayasa  genetika  (RG)  pada  tahun 2015, meninggalkan para petani di negara-negara lain yang kehilangan kesempatan untuk meningkatkan  hasil  dan  mengurangi  dampak  perubahan  iklim,  menurut  laporan  baru ISAAA.
 
"Bagi Afrika, 2015  adalah  tahun ke-18 dari berhasilnya komersialisasi  tanaman biotek. Luasan kumulatif di Afrika dari  tahun 1998 hingga 2015 mencapai 3,5  juta hektar (Ha). Tiga  negara,  Burkina  Faso  (350.000  Ha),  Afrika  Selatan  (2,3  juta  Ha  )  dan  Sudan (120.000 Ha) mempelopori komersialisasi  tanaman biotek. Produksi  tanaman biotek  ini memberikan manfaat  ekonomi  yang  diperkirakan  sekitar  2 miliar  dollar US."  ujar Dr. Margaret Karembeu, Direktur AfriCenter ISAAA.
 
Pertumbuhan  eksponensial  dibuktikan  meskipun  benua  Afrika  mengalami  kekeringan parah yang menyebabkan gagal panen di banyak negara. Misalnya kekeringan parah di Afrika  Selatan  menyebabkan  penurunan  23%  dalam  luasan,  menunjukkan  kerentanan benua ini terhadap perubahan iklim. Pada 2015, Afrika Selatan menyetujui jagung toleran kekeringan di bawah WEMA – proyek Water Efficient Maize for Africa. Intervensi yang tepat  waktu  ini  akan  berlangsung  lama  dalam  mengurangi  dampak  perubahan  iklim terhadap ketahanan pangan.
 
 
Baca  rilis  berita  dari  situs  AfriCenter  ISAAA http://africenter.isaaa.org/cgi- sys/suspendedpage.cgi. Saksikan Highlights of the Biotech and Biosafety Status di Afrika https://www.youtube.com/watch?v=C32CcNa65u8.