Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PERTANIAN - Padi Tahan Salinitas Tinggi Dikembangkan

Tanggal: 2 August 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

INDRAMAYU, KOMPAS - Petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengembangkan varietas padi Inpari 34 yang tahan terhadap kadar salinitas tinggi. Selain dinilai sesuai dengan tanah yang berada di sekitar pesisir pantai Indramayu, varietas ini juga dapat mengurangi biaya produksi pengolahan tanah.

 

Varietas padi yang didapatkan dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPTP) Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian tersbut kini ditangkar di lahan seluas 1 hektar milik petani di Desa Tegalsembadra, Kecamatan Balongan. Varietas ini dikembangkan oleh kelompok tani Mitra Mekar Tani.

 

"Varietas Inpari 34 ini baru pertama kali dikembangkan di Indramayu. ini cocok dengan tanah persawahan di dekat laut," ujar Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Kecamatan Balongan Solikin, Senin (1/8) di Indramayu.

 

Solikin yang menjadi pendamping pengembangan varietas ini mengatakan, derajat keasaman (pH) tanah di daerah pesisir seperti Balongan sekitar 5,6. padahal, diperlukan air yang cukup jernih dengan ph 7 untuk menanam padi. "Ini membuat lahan kurang produktif karena membutuhkan biaya pengolahan lebih banyak." ujar Solikin.

 

Untuk menambah pH dibutuhkan tambahan kapur pertanian dan pupuk organik. Untuk 1 hektar lahan, dibutuhkan 1-2 ton kapur pertanian yang harganya sekitar Rp 200 per kilogram. ini belum termasuk biaya angkut kapur dari daerah lain, seperti Cirebon. "Kalau menggunakan varietas Ipari 34, petani tak lagi membutuhkan kapur pertanian," ujar Solokin.

 

Sejak ditanam 13 Juli lalu, varietas padi Ipari 34 tumbuh subur. Menurut rencana, petani di wilayah pesisir akan dijadikan penangkar benih padi ini.

 

"Varietas ini juga tahan wereng coklat," ujar Ketua Kelompok Mitra Mekar Tani Tati Suparti.

 

Di Jwa tengah, Asosiasi Pedagang, Buruh, dan Petani Durian Candimulyo (Amrih Dadi Mulyo) Kabupaten Magelang berupaya mengembangkan tiga jenis bibit durian lokal unggulan yang ada di tiga desa di Kecamatan Candimulyo. Dengan upaya ini, tiga pohon induk yang saat ini ada di tiga desa tersebut ditargetkan mampu dikembangkan menjadi 9.000 bibit pohon.

 

"Sebanyak 9.000 bibit tersebut nanti akan dibagi-bagikan secara gratis untuk selanjutnya ditanam dan dikembangkan oleh 300-500 petani," ujar penanggung jawab Amrih Dadi Mulyo, Puguh Djaka Sulistya. (IKI/EGI)