Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PERKEBUNAN - Produksi GUla Ditargetkan 4,2 Juta Ton pada 2019

Tanggal: 6 September 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS - Pada 2019, ditargetkan ada 28 pabrik gula baru di Indonesia dengan produksi 4,2 juta ton. Target itu bisa dicapai jika sedikitnya 80 persen kebutuhan lahan, termasuk untuk pabrik gula sebesar 560.000 hektar, bisa tersedia pada 2019.

 

Dari catatan Kementerian Pertanian (Kementan), lahan yang dibutuhkan, termasuk untuk pabrik gula yang baru diinvestasikan, mencapai 700.000 hektar. Pelaku usaha di sektor industri gula membutuhkan banyak lahan untuk membuat perkebunan tebu dan untuk memasok kebutuhan bahan baku. Sesuai dengan Undang-Undang No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, pelaku usaha di sektor perkebunan wajib mengusahakan lahan perkebunan paling sedikit 30 persen dari luas hak atas lahan tersebut.

 

Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Syukur Iwantoro, Senin (5/9), di Jakarta. Selain perkebunan tebu, Kementan juga memprediksi kebutuhan lahan untuk peternakan sapi dan perkebunan jagung.

 

Dari perhitungan saat ini, kebutuhan lahan untuk peternakan sapi mencapai 1 juta hektar dengan target realisasi tahun 2019 seluas 800.000 hektar, yang meliputi area di lahan sawit dan padang penggembalaan serta kebutuhan lahan untuk perkebunan jagung seluas 500.000 hektar dengan target realisasi tahun 2019 seluas 400.000 hektar dengan target peningkatan produksi 2 juta ton.

 

Terintegrasi

 

Syukur mencontohkan, saat ini ada investor dari India yang ingin membangun pabrik gula dan membutuhkan lahan perkebunan tebu. Pabrik gula yang akan dibangun tak hanya menghasilkan gula, tetapi juga produk turunan lain, seperti energi listrik. Untuk pengadaan lahan itu, diperlukan revisi kebijakan, terutama terkait dengan kebijakan di sektor kehutanan dan lingkungan hidup.

 

Ketua Umum Dewan Pembinan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTRI) Arum Sabil mengungkapkan, saat ini kapasitas pabrik gula yang mengolah tebu rakyat sebanyak 250.000 ton per hari. Jika produksi nasional ingin ditingkatkan, pemerintah perlu merevitalisasi pabrik-pabrik gula itu sehingga kapasitas dapat bertambah jadi 750.000 ton per hari.

 

Luas tanaman tebu rakyat dan tanaman tebu milik 62 pabrik gula yang mengolah tebu rakyat perlu ditingkatkan dari luas 475.000 hentar saat ini menjadi 750.000 hektar. Saat ini, kebutuhan gula, baik untuk industri rafinasi maupun konsumsi, mencapai 4,8 juta ton per tahun. (FER)