Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Penyertaan Modal Diajukan Kembali

Tanggal: 13 May 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah kembali mengajukan penyertaan modal negara pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun 2016. Penyertaan modal yang tertunda tahun lalu itu diakukan dengan nilai sekitar Rp 40,42 triliun.

 

Dana itu salah satunya dipakai untuk menyuntik PT Perusahaan Listrik Negara.

 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, kebutuhan penyertaan modal negara (PMN) sudah diproses dengan DPR tahun lalu. ”Pada pembahasan tahun lalu, PMN diputuskan untuk ditunda pengucurannya. Sudah saatnya sekarang diajukan lagi dengan nilai yang hampir sama,” kata Rini Soemarno seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (12/5).

 

Adapun komposisi penggunaan PMN, kata Rini, secara umum tidak banyak berubah. Hanya memang ada kebutuhan dana yang besar untuk program revaluasi aset PT PLN. Langkah ini menyangkut kelangsungan pembangunan pembangkit listrik dengan kemampuan 35.000 megawatt. ”Komunikasi dengan PLN dan Kementerian Keuangan mengenai hal itu telah dilakukan,” kata Rini.

 

Direktur Utama PT PLN Sofyan Basyir mengatakan, pengajuan PMN tahun 2015 sekitar Rp 20 triliun. Pada dasarnya dana itu dipakai untuk memperkuat aset yang dimiliki PLN. Dengan cara itu, PLN bisa memiliki peluang lebih mudah mendapatkan pendanaan menjalankan program-program pemerintah.

 

”Sebagian uang itu dipakai untuk membangun pembangkit dan transmisi listrik di sejumlah daerah,” ujar Sofyan.

 

Dia yakin pengajuan PMN kali ini dapat disetujui DPR sebab menyangkut kepentingan masyarakat luas. Revaluasi aset PLN dibutuhkan dalam rangka untuk mewujudkan program pemerintah membangun pembangkit listrik 35.000 MW. Sofyan memohon agar pengajuan itu dapat disetujui demi kepentingan warga lebih besar.

 

Program pembangunan pembangkit 35.000 MW membutuhkan investasi modal sebesar 72.942 dollar AS.

 

Kartu tani

 

Pemerintah membuka akses petani untuk mendapatkan permodalan dengan mudah. Akses itu diberikan melalui Kartu Tani dari Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia yang ditargetkan disebar ke semua petani.

 

Kartu Tani berisi data kepemilikan lahan, masa tanam dan panen, kebutuhan sarana produksi pertanian, kebutuhan hidup, dan akses pasar serta berfungsi juga sebagai kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dan debit pribadi. Para petani nantinya tinggal menukar kartu ATM mereka dengan Kartu Tani di bank tempat mereka menabung sekaligus mengisi formulir pendataan pertanian mereka secara rinci.

 

Penerbitan Kartu Tani oleh Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) tersebut diharapkan dapat membangun data pertanian nasional yang akurat sehingga kebijakan dan bantuan pemerintah tepat sasaran.

 

Menteri BUMN Rini Soemarno didampingi antara lain Direktur Utama BRI Asmawi Syam, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni melaporkan hal ini kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kompleks Istana, Jakarta.

 

”Jenis tanaman bisa berubah sesuai pola tanam petani sehingga pemerintah dapat memantau di suatu daerah petani sedang menanam apa. Dengan demikian, semakin banyak dan akurat informasi pertanian yang bisa diperoleh pemerintah,” kata Rini.

 

 

Untuk tahap pertama, Himbara akan membagikannya kepada petani tebu mitra Pabrik Gula Ngadirejo PT Perkebunan Nusantara X di Kediri, Jawa Timur, pada 21 Mei. Ketua Himbara Asmawi Syam mengatakan, Kartu Tani juga memudahkan petani mengakses kredit usaha rakyat karena kinerja mereka terus terpantau. (HAM/AHA/NDY)