Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PENINGKATAN PROSEDUR MEMPERCEPAT REKAYASA TOMAT

Tanggal : 7 September 2016

Para ilmuwan di lab Van Eck Boyce Thompson Institut (BTI), dipimpin oleh Profesor Joyce Van Eck dan ilmuwan postdoctoral sebelumnya Sarika Gupta telah mengembangkan sebuah metode yang lebih baik untuk transformasi sebuah tomat dengan penambahan hormon auksin tanaman ke dalam medium untuk mendukung pertumbuhan sel. Dengan proses ini, pertumbuhan tanaman lebih cepat, yang akhirnya mempercepat laju penelitian.

 

Para peneliti biasanya menggunakan bakteri tanah Agrobacterium tumefaciens dalam transformasi. Transformasi sel-sel pertumbuhan dalam medium regenerasi tanaman, yang mengandung nutrisi dan hormon menyebabkan jaringan berkembang menjadi satu tanaman baru yang kecil. Planlet kemudian dipindahkan ke medium induksi akar sebelum ditanam di tanah. Dalam metode baru, lab Van Eck menambahkan auksin ke media regenerasi dan pengakaran, yang mengurangi lamanya prosedur dari 17 minggu menjadi hanya 11 minggu.

 

Lab Van Eck melakukan transformasi tomat secara rutin, sebagai sebuah metode penelitian untuk memahami bagaimana gen individual mempengaruhi pertumbuhan tomat dan perkembangan. Protokol baru mereka tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi bahan yang digunakan dan menghemat biaya. “Jika kamu dapat mempercepat perkembangan tanaman, yang adalah tugas auksin, kamu dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh galur rekayasa secara genetik,” ujar Van Eck

 

Untuk lebih lengkap, baca rilis beritanya di situs BTI http://bti.cornell.edu/news/more-tomatoes-faster-van-eck-accelerates-tomato-engineering/.