Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PENGUJIAN ILMIAH BANTAH KLAIM SÉRALINI TENTANG EFEK TANAMAN PRG TERHADAP KESEHATAN

Tanggal : 5 December 2012 | Sumber : CBU

Artikel Seralini et al pada Bulan September 2012 (Efek Toksisitas Jangka Panjang Herbisida Roundup dan Jagung PRG Toleran Roundup- dalam jurnal Toksikologi Pangan dan Kimia) yang menunjukkan bahwa tikus-tikus percobaan menderita kanker setelah diberi pakan yang mengandung jagung PRG toleran herbisida, menimbulkan gelombang kritik dari para ilmuwan dan sektor publik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada tanggal 28 November 2012, Otoritas Keamanan Pangan Eropa – European Food Safety Authority (EFSA) menerbitkan pendapat definitif terhadap studi  Séralini et al yang menyimpulkan bahwa studi yang dilakukan Séralini et al. " dirancang, dianalisis, dan dilaporkan secara tidak mumpuni – inadequately designed, analyzed, and reported". PRRI mendukung sepenuhnya analisis dan kesimpulan yang dikeluarkan oleh EFSA, dan bersama-sama dengan organisasi-organisasi petani - melayangkan sebuah surat terbuka kepada komunitas politik Eropa mengenai kekhawatiran mereka mengenai langkah terburu-buru yang ditempuh oleh beberapa pembuat kebijakan dalam bereaksi terhadap  penelitian Séralini, dan bagaimana beberapa politisi telah menggunakan hasil penelitian ini untuk agenda politik tertentu.

Surat itu menjelaskan bahwa desain studi Séralini cacat secara fundamental, tidak terdapat kesimpulan ilmiah yang dapat ditarik dari penelitian tersebut, dan bahwa kesimpulan para penulis tentang tikus yang terkena kanker setelah mengkonsumsi jagung PRG adalah tidak berdasar. Selain terdapat kelemahan-kelemahan dalam penelitian ini, Séralini mempublikasikan kesimpulan penelitiannya secara luas sebagai kampanye dengan kelompok-kelompok dan politisi anti-biotek. Tindakan ini merupakan ketidakwajaran yang dilakukan oleh para ilmuwan. Selain itu, sebagaimana yang diungkapkan oleh salah satu kelompok aktifis, menggunakan galur tikus tertentu - yang memang mudah untuk terkena  tumor – kemudian dibiarkan hidup dalam jangka waktu lama sehingga tumor tersebut berkembang, merupakan tindakan yang sangat tidak etis. Banyak lembaga-lembaga nasional, seperti german Federal Institute for Risk Assessment dan the French Haut Conseil des Biotechnologies memberikan kesimpulan yang sama mengenai penelitian Seralini bahwa desain penelitian Séralini et al begitu cacat secara fundamental dan kesimpulan dari penulis tak berdasar.

Ulasan-ulasan dari lembaga-lembaga tersebut tersedia di situs PRRI. Dalam ulasan tersebut juga terdapat penjelasan mengapa komunitas riset publik bereaksi begitu kuat untuk mempelajari penelitian Séralini yang cacat dan diragukan kebenarannya akan efek tanaman PRG terhadap kesehatan dan hal ini secara serius dapat membahayakan kontribusi bioteknologi modern terhadap kesejahteraan manusia dan dapat merusak kepercayaan publik di bidang ilmu pengetahuan.

Untuk kasus di masa depan, PRRI mengimbau wartawan, politisi, pembuat kebijakan untuk berhati-hati dalam membaca publikasi tertentu dan bila perlu, konsultasikan kembali dengan ilmuwan sebelum bergegas mengambil kesimpulan dan memberikan pernyataan terutama untuk hal-hal yang sensitif seperti ini. PRRI menyerukan agar jejaring ilmuwan sektor publik di seluruh dunia untuk membantu. Pada halaman "tanya dan jawab" pada situs PRRI, jurnalis, politisi dan pembuat kebijakan akan menemukan "tombol prioritas" untuk pertanyaan-pertanyaan ilmiah.

Teks lengkap ulasan ini tersedia di situs PRRI. Untuk informasi lebih lanjut tentang reaksi PRRI terhadap artikel dari Séralini et al, hubungi PRRI melalui: info@prri.net.