Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Penguasaan Teknologi Tentukan Indonesia

Tanggal: 22 January 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

DAVOS, KOMPAS — Penguasaan teknologi dan aplikasi terapannya akan sangat menentukan posisi Indonesia dalam perdagangan internasional. Lambannya penguasaan teknologi akan menyebabkan Indonesia tertinggal di pergaulan internasional. Teknologi canggih menjadi revolusi industri keempat.

 

Demikian dikatakan Menteri Perdagangan Thomas Lembong di sela-sela pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (21/1). Tema besar dalam forum itu "Mastering The Fourth Industrial Revolution". Dalam pertemuan itu, Lembong memimpin delegasi Indonesia.

 

Menurut Lembong, revolusi industri tahap keempat saat ini sebagai kelanjutan revolusi industri sebelumnya. Tahap pertama adalah penemuan mesin uap; kedua, penggunaan listrik dan minyak; lalu ketiga, ada penemuan komputer dan internet.

 

"Sekarang, naik lagi tingkatannya, yaitu penerapan aplikasi teknologi yang lebih canggih. Misalnya, teknologi drone (pesawat nirawak), pencetakan 3 dimensi, atau robotik. Bagaimana Indonesia menyongsongnya? Lewat persiapan dan penguasaan. Tanpa itu, akan tertinggal," kata Lembong seperti dilaporkan wartawan Kompas, Aris Prasetyo.

 

Lembong menyatakan, tren kecanggihan teknologi dapat mengubah peta industri dan dunia perdagangan. Pemerintah dan masyarakat Indonesia harus bersiap diri menyongsong tren yang sudah dan sedang terjadi.

 

Sebagai contoh, teknologi pada mobil yang bisa berjalan tanpa sopir. "Jika itu diterapkan di Indonesia, tentu akan ada gejolak akibat jasa sopir tidak berlaku, terutama untuk angkutan umum. Hal-hal semacam itu perlu diantisipasi," kata Lembong.

 

Indonesia, lanjut Lembong, juga dikenal sebagai negara yang terbuka dalam pergaulan perdagangan internasional dalam forum itu. Langkah pemerintah lewat kebijakan deregulasi dalam sejumlah paket kebijakan ekonomi dipandang sebagai langkah menuju keterbukaan tersebut.

 

Energi terbarukan

 

Mengutip pernyataan resmi dalam laman Forum Ekonomi Dunia 2016, energi terbarukan akan menjadi penggerak bagi terwujudnya revolusi industri keempat. Menurut Direktur Eksekutif Energy International Agency (EIA) Fatih Birol, pasokan energi saat ini sampai pada masa mendatang akan didominasi energi terbarukan. "Untuk menghadapi isu perubahan iklim dan target pengurangan gas emisi, sekitar 40 persen pasokan energi pada masa datang berasal dari energi bersih atau energi terbarukan," katanya.

 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak menambahkan, Indonesia tengah menaikkan citra sebagai negara yang menarik dan aman untuk investasi.

 

Di sela-sela acara Forum Ekonomi Dunia 2016 di Davos, Indonesia memperkenalkan sejumlah budaya, makanan khas Nusantara, dan beragam produk buatan Indonesia. "Targetnya, hadirin bisa tahu sumber daya dan budaya Indonesia. Selain itu, menginformasikan kontribusi Indonesia pada dunia, khususnya dalam perdagangan," kata Nus.

 

Upaya itu dilakukan untuk menaikkan nilai ekspor pada 2016 sebesar 9,5 persen dari tahun lalu. Pada 2015, nilai ekspor Indonesia mencapai 150,2 miliar dollar AS, lebih rendah daripada nilai ekspor 2014 sebesar 175,9 miliar dollar AS.

 

Forum Ekonomi Dunia 2016 berlangsung pada 20-23 Januari. Forum ini dihadiri sekitar 2.500 peserta dari 99 negara.