Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Penerapan Bioteknologi harus didukung Pemerintah

Tanggal: 20 April 2016 | Sumber: RRI | Penulis: Dadan Sutaryana

KBRN, Jakarta : Selama tahun 2015 India telah menjadi negara pengekspor kapas terbesar mengalahkan Cina. Hal ini tidak terlepas dari diterapkannya bioteknologi untuk mendukung hal tersebut.

 

Dengan bioteknology ini negara dapat meningkatkan pemanfaatan kapasitas di bidang tekstil dan pada saat yang sama mereka juga mengekspor kapas ke berbagai negara. Cina merupakan salah satu tujuan  tolak ukur dalam melakukan ekspor kapas sama halnya seperti Vietnam, dan Bangladesh.

 

Demikian dikatakan Founder Director South Asia Biotechnology Centre India, Bhagirath Choudhary di Pusat Informasi Agribisnis Kemeterian Pertanian, Jakarta, (19/04/2016).

 

Menurut Bhagirath Choudhary, Sejak tahun 2002 setelah disahkannya peraturan tentang komersialisasi bioteknologi, petani mulai beralih ke bioteknologi. Petani kapas dengan cepat beralih ke bioteknology karena dengan metode tersebut dapat mengurangi biaya produksi dan menaikan pendapatan mereka.Hanya dengan satu teknologi dapat membuat India melakukan produksi kapas tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri tapi juga dapat meng ekspor untuk negara lain. Yang mana tidak pernah terpikir oleh India bahwa dengan di lakukannya komersialisasi bioteknology dapat memberikan keuntungan besar untuk negara. 

 

“Sangat luar biasa, dengan penemuan benih sehinga tidak sulit menerapkan pada petani bagaimana cara  menumbuhkan benih secara genitika karena mereka sudah terbiasa dengan benih" papar Bhagirath Choudhary

 

Ia juga menambahkan jika dengan cara genetika benih dapat menurunkan biaya produksi dan menigkatkan hasil panen  karena petani tidak perlu lagi menggunakan pestisida untuk hama. Sehingga dengan menigngkatnya hasil panen ini tidak hanya menguntungkan bagi petani namun juga bagi negara.

 

"Jika Indonesia mau menerapkan bioteknologi maka akan sangat menguntungkan  karena tidak hanya bagi para petani namun tetapi untuk negara karena akan meningkatkan peningkatan hidup para petani juga pendapatan negara, namun hal ini harus di dukung oleh pemerintah serta pemangku jabatan" jelas Bhagirath Choudhary. (OGIE/DSy/AA)