Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PENELITIAN IOWA STATE UNIVERSITY UNGKAP SENTIMEN ANTI-RG TELAH MENYEBAR DI NEGARA BERKEMBANG

Tanggal : 19 December 2018

 

Penelitian yang dilakukan oleh Iowa State University menganalisis lusinan penelitian ilmiah sebelumnya mengenai keamanan hayati jagung RG dan memberikan tinjauan umum tentang proses pengkajian risiko penerapan tanaman rekayasa genetika (RG). 

 

Walter Suza, seorang asisten profesor agronomi di Iowa State dan salah satu penulis penelitian ini, mengatakan bahwa jagung Bt dapat membantu petani di Afrika untuk memerangi hama yang muncul yang dapat merusak tanaman mereka, tetapi ketakutan terhadap tanaman RG telah memperlambat adopsi teknologi ini di benua tersebut. Dia menyebut masalah fall armyworm, hama yang muncul menyebar dengan cepat di Afrika. Dia mengatakan jagung Bt dapat membantu memerangi hama tersebut dengan segera, sementara mengembangkan ketahanan melalui pemuliaan tanaman tradisional akan memakan waktu bertahun-tahun. Tinjauan tersebut menemukan bahwa penundaan adopsi tanaman RG seperti jagung Bt di negara berkembang menghasilkan risiko baik bagi manusia dan juga lingkungan.

 

Makalah yang diterbitkan di jurnal Global Food Security membenarkan kesimpulan bahwa tanaman RG aman bagi manusia dan lingkungan, dan bahwa risiko yang terkait dengan tanaman RG terbukti rendah hingga tidak ada. Ini menyimpulkan bahwa teknologi RG dapat digunakan untuk mengembangkan varietas tanaman toleran stres dan lebih bernutrisi, dan untuk menjaga sumber daya alam dan kesehatan manusia. Ini juga menyatakan bahwa sementara setiap produk RG baru dievaluasi berdasarkan kasus-per-kasus, produk komersial yang disetujui, seperti yang mengandung gen Bt, telah menjadi subjek penelitian ilmiah yang ketat. Sifat RG, termasuk tetapi tidak terbatas pada perlindungan Bt yang terintegrasi, harus dipertimbangkan sebagai alat untuk meningkatkan hasil panen, keamanan pangan, dan pendapatan bagi petani rawan pangan.

 

Untuk lebih lengkap, baca beritanya dari Iowa State University https://www.news.iastate.edu/news/2018/12/11/antigmosentimentinafrica. Makalah akses terbuka tersedia di Global Food Security https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S221191241830049X.