Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Pemanfaatan Bioteknologi Bisa Ciptakan Peluang Baru

Tanggal: 30 January 2018 | Sumber: Bisnis.com | Penulis:

Bisnis.com, JAKARTA—Di samping pemenuhan kualitas yang menjadi tantangan, pemanfaatan bioteknologi dalam industri tanaman diyakini akan membuka peluang baru.

 

Hal ini disampaikan oleh Pakar Sawit dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Krisnamurthi setelah acara bertajuk Refleksi Dan Masa Depan Bioteknologi Untuk Mendukung Kedaulatan Pangan yang diinisiasi oleh Indonesian Biotechnology Information Centre

 

Bayu yang juga menjabat Direktur Utama di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa sawit hingga awal 2017 lalu mengatakan saat ini dan ke depan, permintaan untuk cangkang sawit semakin besar terutama untuk setor energy.

 

“Cangkang sawit permintaannya tinggi sekali, terutama dari Jepang dan Korea saat ini. Harganya juga sudah mahal US$120 per ton. Jadi bisa berfikir, jangan-jangan kita perlu punya kebun cangkang,” katanya Senin(29/1/2018).

 

Meningkatnya permintaan akan cangkang sawit ini, kata Bayu, seiring dengan peralihan pada energi terbarukan yang semakin gencar didengungkan dan cangkang sawit termasuk dalam salah satu sumber energi tersebut.

 

Untuk itu, kedepannya, jika tren ini terus berlanjut, bioteknologi mungkin bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pohon yang khusus menghasilkan cangkang sawit.

 

“Ini menurut saya adalah peluang. Belum lagi tadi salah satu pengguna adalah energi dan ada juga pengguna pangan, maka kita juga bisa mengembangkan sawit yang untuk food grade dan energy grade. Jadi, jenis energi dan juga jenis pangan. Lagi-lagi itu bisa dilihat menggunakan teknologi, bioteknologi,” katanya.

 

Untuk itu, dia meminta agar para pemangku kepentingan dan masyarakat bisa berfikiran lebih luas dalam menyikapi kehadiran bioteknologi ini.

 

“Saya ingatkan bioteknologi itu lingkupnya jauh lebih luas dibandingkan [dengan] benih rekayasa genetika. Kalau memang benih rekayasa genetik akan diperdebatkan, masih ada kontroversi, silahkan. Sialahkan berdebat tapi jangan kemudian menutupi pemanfaatan bioteknologi yang lain,” tegasnya.

 

Untuk itu, dia mengimbau agar dilakukan pemberian pemahaman yang benar tentang lingkup penggunaan bioteknologi yang sangat besar dan tak terbatas hanya pada persoalan benih saja.

 

Kendati memang potensi risiko atau dampak negatif yang mungkin muncul dari hal ini, dampaknya bisa dicegah dengan penelitian yang mumpuni dan sesuai kaedah. Tak bisa dipungkiri teknologi ini juga mengandung segudang manfaat. Untuk itulah pemahaman, dan pendidikan terkait bio teknologi harus ditanamkan sejak dini.

 

“Mau saya sih, harusnya kita mempromosikan pemahaman yang benar tentang lingkupnya yang begitu besar dan kemudian melakukan penyelidikan. Seperti saya katakan, harus banyak lagi mahasiswa, anak muda, yang coba diperkenalkan kepada teknologi,” pungkasnya.