Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Pelepasan Varietas Bioteknologi Terganjal Regulasi Pemerintah

Tanggal: 1 February 2018 | Sumber: AgroFarm | Penulis: Bantolo

Agrofarm.co.id-Pelepasan produk varietas bioteknologi terganjal regulasi lantaran belum disusunnya aturan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) untuk pelepasan varietas biotek.

 

Hal itu diungkapkan irektur Indonesian Biotecnology Information Centre (IndoBIC), Bambang Purwantara dalam seminar bertajuk “Refleksi dan Masa Depan Bioteknologi Pertanian dalam Mendukung Kedaulatan Pangan di Indonesia” di Hotel Mercure Jakarta Selatan, Senin (29/1/2018).

 

Bambang menambahkan, ada banyak faktor mengapa bioteknologi pertanian di Indonesia tidak berkembang, salah satunya pada regulasi serta implementasi. Padahal, apabila kebijakan ini telah lama dikembangkan, pendapatan petani Indonesia akan meningkat.

 

“Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi saat ini yang mana pendapatan petani terus merosot tajam, tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk produksi, ujar Bambang.

 

Menurutnya hingga saat ini sudah lebih dua tahun penyusunan belum juga diselesaikan Pedoman Pengawasan setelah pelepasan produk bioteknologi. Perubahan Permentan untuk pelepasan varietas tanaman pangan dimana Permentan untuk pelepasan varietas biotek belum disusun atau dibuat pemerintah, sementara Permentan No.61 tahun 2011 mengenai Penilaian, Pelepasan, dan Penarikan Varietas Tanaman menjadi dilematis karena terkait pembubaran Balai Benih Nasional.

 

Selain itu, katanya, iklan kedelai yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menyinggung keberadaan kedelai transgenic sebagai bahan pangan.

 

Sementara itu, Ketua Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika (KKH-PRG) Agus Pakpahan mengatakan sampai saat ini terdapat beberapa produk bioteknologi telah mendapatkan persetujuan keamanan pangan di Indonesia yaitu tebu tahan kekeringan dan jagung toleran herbisida.

 

“Kedua produk ini sedang menunggu persetujuan untuk rilis komersial agar memenuhi persyaratan guna dibudidyakan dalam pertanian di Indonesia bagi kepentingan petani,” ujarnya.

 

Mantan Dirjen Perkebunan Kementan tersebut mengakui kehadiran bioteknologi tanaman pangan belum diterima sepenuhnya di semua negara secara terbuka. Namun seiring dengan perjalanan waktu dan penyempurnaan, produk tanaman biotek terus dilakukan maka akan bertambah pula negara-negara yang membuka pintu akan kehadiran tanaman biotek.

 

“Indonesia tidaklah ketinggalan dengan negara lain dan menolak bioteknologi, hanya saja ada kehati-hatian dengan produk tersebut,” ungkap Agus.

 

Agus mengungkapkan, pemerintah Indonesia bukanlah menolak produk tanaman biotek. Setiap rencana pelepasan produk rekayasa genetika (PRG) di dalam negeri akan melewati uji keamanan pangan, keamanan hayati yang ketat. Setelah itu barulah bisa keluar rekomendasi KKH kepada Menteri Pertanian untuk melepas sebuah produk PRG tersebut, terangnya.

 

Guru Besar IPB Prof. Dr Antonius Suwanto menyatakan, kemajuan teknologi telah menghasilkan peningkatan yang luar biasa dalam produktivitas pertanian. Bantolo