Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PELATIHAN BIOTEKNOLOGI PERTANIAN DAN KOMUNIKASI KEAMANAN HAYATI DI MALAWI

Tanggal : 29 July 2015

International Service for the Acquisition of Agri-Biotech Applications (ISAAA AfriCenter), bersama dengan National Commission of Science and Technology (NCST) di Malawi, dan Program for Biosafety Systems (PBS) melakukan lokakarya pelatihan komunikasi sains untuk para pemangku kepentingan biotek di Malawi. Hingga Oktober 2014, Malawi memanen hasil musim ke-2 lapangan uji terbatas (LUT) untuk kapas Bt sama bagusnya dengan hasil pertama uji multi lokasi percobaanya. Baru-baru ini, sebuah permohonan untuk melakukan LUT pada kacang tunggak Bt diterima oleh Biosafety Regulation Authority. Meskipun hasil yang menjanjikan dari LUT kapas Bt telah mendapatkan dukungan sangat dibutuhkan untuk teknologi, keamanan tanaman biotek masih diperlakukan dengan skeptisisme publik. Oleh karena itu tujuan utama dari lokakarya ini adalah untuk memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan utama untuk berkomunikasi secara efektif proses keamanan hayati dan juga keamanan dan manfaat dari makanan transgenik. Lokakarya berlangsung pada 15-17 Juli 2015 di Hotel Silver Sands di Salima, Malawi.

 

Membuka lokakarya, Direktur Jenderal NCST, Mr. Anthony Muyepa, memuji penyelenggara atas pelatihan yang tepat waktu sangat penting bagi Malawi untuk membentuk sebuah tim yang akan efektif dalam melibatkan masyarakat dan memberikan informasi dengan cara membangun kepercayaan mereka dan menjelaskan kesalahpahaman. Dia menunjukkan bahwa ini merupakan hal yang sangat penting saat ini karena Malawi akan menguji kacang tunggak Bt, yang merupakan tanaman pangan utama di negara ini.

 

Peserta workshop berasal dari departemen pemerintah, universitas, lembaga penelitian, dan pemimpin petani. Peserta menyatakan kepuasan mereka karena diperlengkapi dengan keterampilan untuk membantu mereka berkomunikasi mengenai masalah pertanian biotek secara efektif dengan berbagai pemangku kepentingan. Mereka menyadari perlunya untuk menjadi reaktif daripada proaktif dalam menghadapi informasi yang salah. "Kurangnya informasi dapat menyebabkan informasi yang keliru, sehingga perlu memberikan informasi yang benar dan tepat waktu." Ini adalah pelajaran yang dipelajari oleh salah satu peserta.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Dr. Margaret Karembu di mkarembu@isaaa.org.