Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

PARA ILMUWAN HIDUPKAN GEN GANDUM KUNO UNTUK PASTIKAN MASA DEPAN TANAMAN

Tanggal : 6 April 2016

Para  ilmuwan  dari  Universitas  Queensland  (UQ)  di  Australia  melakukan  penelitian
pertama di dunia ke dalam gandum kuno untuk memastikan masa depan tanaman.
 
Dr.  Lee  Hickey  dari  Queensland  Alliance  for  Agriculture  and  Food  Innovation
mengatakan  "pembiakkan modern  dan  beralih  ke  penanaman monokultur  telah  sangat
meningkat  hasil  dan  kualitas,  tetapi  kurangnya  variasi  genetik  telah  menyebabkan
tanaman menjadi lebih rentan terhadap penyakit baru dan perubahan iklim."

Adnan Riaz, mahasiswa PhD UQ, melakukan analisis genome-wide pertama dunia benih
gandum pertama di dunia yang dikumpulkan oleh  ilmuwan Rusia Nikolai Vavilov. Riaz
memeriksa  total  295  beragam  gandum  menggunakan  34.000  penanda  DNA.  Analisis
genom mengungkapkan  sebuah  array besar gen yang  sekarang hadir di  zaman modern
kultivar gandum Australia, dan gen kuno dapat menawarkan sumber yang berharga dari
ketahanan terhadap penyakit atau toleransi kekeringan.
 
Untuk  info  selengkapnya,  baca  rilis  berita  di  situs  UQ https://www.uq.edu.au/news/article/2016/03/ancient-genes-protect-modern-wheat.