Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

NIGERIA MENUJU KOMERSIALISASI BIBIT RG

Tanggal : 14 February 2018

Di Nigeria, perusahaan benih lokal memiliki satu peran strategis untuk bermain dalam perbanyak dan distribusi bibit ke petani saat bibit RG tersedia di pasar. Hal ini menurut Dr. Rose Gidado, asisten direktur National Biotechnology Development Agency (NABDA).

 

Undang-undang keamanan hayati Nigeria diluncurkan pada 2015, diikuti oeh pembentukan National Biosafety Management Agency, yang bertugas untuk menerapkan peraturan keamanan hayati. Menurut NBMA, negara ini telah siap untuk komersialisasi produk RG. Ini mungkin menyiratkan bahwa Nigeria akan segera memulai komersialisasi tanaman pokok yang telah diuji melalui uji lapangan terbatas seperti kacang tunggak tahan maruca yang baru-baru ini diuji oleh para petani di ladang, dan kapas Bt, yang dirilis secara luas.

 

“Ketika bibit RG akhirnya dikomersialisasikan, perusahaan benih asli kita mempunyai peran yang sangat penting dalam komersialisasi dan perbanyakan bibit. Tentu saja, kita harus mengambil alih, bukan perusahaan benih asing yang akan menentukan, bahkan jika perusahaan benih asing akan menjadi bagian dari itu, mereka akan bekerja sama dengan perusahaan benih lokal kita, membangun kapasitas mereka dan semua itu,” ujar Dr. Gidado, yang merupakan koordinator negara Open Forum on Agricultural Biotechnology (OFAB) bagian Nigeria. Dia menambahkan bahwa perusahaan benih lokan sudah terlibat dan sadar mengenai peran mereka dalam perbanyakan dan distribusi bibit.

 

Baca artikel aslinya di Leadership Nigeria https://leadership.ng/2018/02/06/local-companies-gear-commercialization-gm-seeds/.