Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

NEGARA-NEGARA AFRIKA BERUSAHA UNTUK MEMENUHI KEWAJIBAN KEAMANAN HAYATI INTERNASIONAL

Tanggal : 24 August 2016

Para anggota parlemen dan perwakilan dari otoritas keamanan hayati berkumpul untuk 5th Annual Biosafety Conference yang diadakan pada 15-18 Agustus 2016 di Nairobi, Kenya. Tema konferensi adalah "Strengthening global, regional, national collaboration, partnerships and capacity towards meeting international obligations in Biosafety."

 

Selama upacara pembukaan, Sekretaris Kabinet Kenya untuk Kementerian Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, Hon. Willy Bett, menyoroti komitmen pemerintah untuk memanfaatkan teknologi modern dalam produksi tanaman, mengatakan bahwa ini merupakan satu-satunya cara untuk meningkatkan produksi pangan. Hon. Bett mendesak para pemangku kepentingan keamanan hayati dan bioteknologi untuk melibatkan publik untuk memastikan penerimaan tanaman RG. Direktur Center for Environment Risk Assessment di International Life Sciences Institute, Dr. Andrew Roberts, memberikan pidato utama mengenai transportability data, sebuah konsep baru, yang jika diimplementasikan akan mengurangi kebutuhan untuk mempunyai lahan uji terbatas bagi tanaman untuk pembuktian konsep, ketersediaan data keamanan dan agronomik di negara lain.

 

Dr. Faith Nguthi dari ISAAA AfriCenter membuat satu presentasi mengenai pertimbangan sosial ekonomi dalam pengambilan keputusan keamanan hayati. Dia mendorong negara-negara Afrika intuk berpartisipasi dalam diskusi dan negosiasis keamanan internasional untuk memastikan tantangan unik Afrika adalah faktor dalam pengambilan keputusan.

 

Para peserta termasuk Anggota Parlemen dari Kenya dan Ugandan, Chief Executive Officers dari otoritas keamanan hayati dari delapan negara Afrika, para perwaklan dari African Biosafety Network of Expertise, USAID, Kenya Agricultural Research Organization and para ilmuwan dari universitas-universitas di Kenya, dan mahasiswa bioteknologi.

 

Dalam penutupan sambutannya, Sekretaris Utama Dr. Richard Lesiyampe dari Agriculture, Livestock and Fisheries menggemakan panggilan Sekretaris Kabinet untuk membangun hubungan dengan publik. “Jika kita tidak dapat menyebabkan sebuah revolusi di atas, kita harus menyebabkan revolusi di bawah,” ujar Dr. Lesiyampe menekankan pentingnya kepekaan para petani tentang manfaat tanaman biotek bagi rakyat.

 

 

Untuk lebih lengkap, kirim e-mail kepada Dr. Margaret Karembu di mkarembu@isaaa.org.