Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

LIPI PUNYA GURU BESAR RISET BIOTEKNOLOGI BARU

Tanggal: 18 April 2012 | Sumber: KOMPAS | Penulis: Yunanto Wiji Utomo dan Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia  mengukuhkan tiga guru besar riset pada Rabu (18/4/2012). Salah satu di antaranya adalah Dr Baharuddin Tappa, peneliti bidang bioteknologi.

 

Dalam orasi ilmiahnya, Baharuddin menyampaikan peran bioteknologi (inseminasi buatan, transfer embrio, dan sexing sperma) dalam upaya peningkatan mutu genetik dan populasi ternak sapi di Indonesia.

 

"Penggunaan teknologi inseminasi buatan, transfer embrio, serta manipulasi genetik dapat diaplikasikan dalam program pembentukan bibit sapi unggul," ungkap Baharuddin di Widya Graha Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), hari ini.

 

Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pertanian, populasi ternak Indonesia sekitar 16,7 juta ekor, terdiri dari 14,8 juta ekor sapi potong, 597.135 sapi perah, dan 1,3 juta ekor kerbau.

 

Sampai saat ini, kebutuhan daging dan susu di dalam negeri belum mampu diupayakan secara mandiri. Tiga puluh dua persen kebutuhan daging harus diimpor. Sementara itu, impor susu lebih besar lagi, sebanyak 70 persen dari kebutuhan nasional.

 

Untuk mencapai swasembada daging dan susu di tahun 2014, Baharuddin mengungkapkan bahwa bioteknologi memiliki peran penting. Bioteknologi tak cuma membantu memproduksi daging dan susu yang banyak, tetapi juga berkualitas.

 

"Kata kunci peningkatan mutu genetik dan populasi ternak sapi di Indonesia adalah intervensi iptek dalam pengelolaan sumber daya ternak. Sumber daya ternak yang kita miliki tidak ada artinya, bahkan populasi dan mutu genetiknya semakin menurun tanpa iptek," kata Baharuddin.

 

Baharuddin adalah peneliti di Puslitbang Bioteknologi LIPI. Ia menamatkan studi doktoral di Nippon Veterinary and Animal Science di Tokyo Jepang dalam bidang Bioteknologi Reproduksi. Baharuddin bekerja di LIPI sejak  1982.

 

Selain Baharuddin, guru besar riset lain yang dikukuhkan hari ini adalah Dr Sulaeman Yusuf dari UPT Balai Litbang Biomaterial LIPI. Ia menyampaikan orasi berjudul "Pengembangan Teknologi Pengendalian Rayap Ramah Lingkungan".

 

Sementara itu, satu lagi adalah Husein Avicenna Akil dari Puslit Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi (KIM). Dalam orasi, Husein menyampaikan peluang mengusir burung dari kawasan bandara dengan teknik akustik suara.

 

Kepala LIPI Dr Lukman Hakim mengatakan bahwa dengan pelantikan ini, Indonesia memiliki 373 guru besar riset. Sementara itu, jumlah guru besar riset di LIPI sendiri ada 96 orang.