Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

LAPORAN ISAAA DIRILIS DI ETHIOPIA

Tanggal : 29 June 2016

ISAAA AfriCenter, bekerjasama dengan Open Forum on Agricultural Biotechnology (OFAB-Ethiopia), merilis ISAAA Brief 51 di Addis Ababa, Ethiopia pada 9 Juni 2016. Direktur AfriCenter, Dr. Margaret Karembu mempresentasikan laporan dalam acara tersebut, yang dihadiri oleh 10 wartawan, para ilmuwan dan anggota OFAB Afrika. Dia memuji kemajuan negara-negara Afrika terhadap adopsi tanaman biotek dengan 19 negara memiliki undang-undang keamanan hayati yang berlaku. Khususnya, Ethiopia telah merevisi Undang-Undang Keamanan Hayati mereka untuk memungkinkan dimulainya Lahan Uji Terbatas (LUT) untuk tanaman biotek. Dia mengamati bahwa ada kebutuhan bagi kontinen untuk memungkinkan adopsi bioteknologi pertanian untuk mengatasi tantangan seperti kekeringan yang membuat rawan pangan.

 

Tamu kehormatan, Dr. Maleku Tadesse dari Ethiopian Institute of Agricultural Research (EIAR) menekankan perlunya beberapa penelitian bioteknologi pertanian dengan komunikasi untuk memastikan luasnya penerimaan di benua itu. "Ilmu yang tidak dikomunikasikan tidak dapat berdampak," ujarnya, mendesak lebih banyak upaya untuk menghubungkan para ilmuwan dan wartawan untuk memastikan pemberitaan faktual tentang bioteknologi pertanian. Dr. Endale Gebre dari EIAR menjelaskan kemajuan Ethiopia dengan bioteknologi pertanian dan keamanan hayati, menyoroti revisi UU Keamanan Hayati dan peningkatan Holleta Agricultural Research Center EIAR yang didedikasikan untuk pusat penelitian biotek. 

 

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai biotek di Afrika, hubungi Dr Margaret Karembeu di mkarembu@isaaa.org.