Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

KKHI Setujui Dua Produk Bioteknologi

Tanggal: 30 January 2018 | Sumber: Koran Sindo | Penulis:

JAKARTA –Komisi Keamanan Hayati Indonesia telah me nyetujui dua produk bioteknologi, yak ni tebu tahan kekeringan dan jagung toleran herbisida. 

 

Ke dua produk ini sedang menunggu persetujuan untuk rilis secara komersial agar me me nuhi persyaratan untuk dibudidayakan dalam pertanian di Indonesia. “Iya, belum lama ini kami menyetujui dua produk bio teknologi, tebu tahan kekeringan dan jagung toleran herbisida,” kata Ketua Komisi Keamanan Hayati Pro duk Rekayasa Genetika Agus Pakpahan di Jakarta, kemarin. Agus mengakui, kehadiran bioteknologi tanaman pangan beluml sepenuhnya diterima di semua negara secara terbuka. 

 

Meski seiring dengan perjalanan waktu dan penyempurnaan produk tanaman biotek terus di lakukan, akan bertambah pula negara-negara yang membuka pintu atas kehadiran tanaman biotek ini. Indonesia, kata Agus, sampai saat ini masih mengambil sikap hati-hati dalam menerima kehadiran tanaman biotek ini. Secara riset bioteknologi, Indonesia tidaklah ketinggalan dibandingkan dengan negaranegara maju. “Hanya saja untuk pelepasan produk tanaman rekayasa genetika, sikap hati-hati Pemerin tah Indonesia bukanlah menolak akan produk tanaman biotek ini,” katanya. 

 

Agus memaparkan, setiap ren cana pelepasan produk rekayasa genetika di dalam negeri akan melewati uji keamanan pangan dan keamanan hayati yang ketat. “Setelah itu, barulah bisa ke luar rekomendasi Komisi Keamanan Hayati kepada Menteri Pertanian untuk melepas sebuah produk tanaman rekayasa genetika tersebut,” tutur Agus. Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, tanaman bioteknologi telah mengurangi secara signifikan emisi gas rumah kaca pertanian. Teknologi ini juga membantu petani menerap an praktik yang lebih berkelanjutan. 

 

“Seperti mengurangi pengelolaan lahan, mengurangi pembakaran bahan bakar fosil, dan mempertahankan lebih banyak karbon di dalam tanah,” katanya. Bayu mengumpamakan jika tanaman biotek tidak tumbuh di 2015, tambahan 26,7 miliar kilogram karbon dioksida akan diemisikan ke atmosfer. “Ini setara dengan menambahkan 11,9 juta mobil ke jalanan,” katanya. 

 

Sementara dari 1996 sampai dengan 2015, tanaman bio teknologi mengurangi peng gu naan pestisida sebesar 619 juta kilogram atau setara dengan pengurangan pemanasan global sebesar 8,1%.