Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

KESALAHAN INFORMASI DAN REGULASI BERLEBIHAN HAMBAT PANGAN RG DARI KONSUMEN

Tanggal : 13 June 2019

Profesor Johnathan Napier, seorang pelopor terkemuka dalam bioteknologi tanaman yang memimpin pengembangan tanaman yang menghasilkan minyak ikan omega 3 yang menyehatkan jantung, mengatakan bahwa “kesalahan informasi dan regulasi berlebihan menghentikan atau memperlambat beberapa pangan RG yang berpotensi untuk menyelamatkan kehidupan dari pembuatannya ke konsumen.”

 

Dalam makalah yang dipublikasi di Nature Plants, Profesor Napier dan rekan penulisnya menulis bahwa menggunakan rekayasa genetika (RG) untuk meningkatkan komposisi nutrisi tanaman (baik dikonsumsi secara langsung oleh manusia atau sebagai pakan ternak) telah dikenal sejak awal era RG, dengan sifat ‘keluaran’ dianggap berbeda, jika tidak berpotensi unggul, untuk sifat ‘masukan’ seperti toleran herbisida dan tahan seranggan. Penulis menunjukkan bahwa sementara sifat masukan telah berhasil digunakan dan sekarang membentuk basis pertanian RG, sifat keluaran tanaman RG masih tertinggal selama 20 tahun.

 

Profesor Napier mengarahkan contohnya Golden Rice. “Teknologi terbukti, studi keamanan yang ketat telah selesai, penelitian nutrisi menunjukkan Golden Rice merupakan sumber vitamin A yang sangat baik – tetapi itu tetap tidak diproduksi, meskipun telah secara resmi disetujui untuk penggunaan pakan dan pakan di AS, Kanada, dan Selandia Baru dan Australia,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa Golden Rice terhenti di bagian pengembangan terlalu lama, dan tidak tersedia bagi orang-orang yang akan memperoleh manfaat darinya.

 

Untuk lebih lengkap, baca artikel beritanya di situs Rothamsted Research https://www.rothamsted.ac.uk/news/foods-enhanced-with-proven-health-benefits-not-making-it-consumers-quickly-enough.