Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

KEMENTAN RI RISET BIOTEKNOLOGI TERHADAP KENTANG BRASTAGI

Tanggal: 3 July 2012 | Sumber: ANALISA DAILY | Penulis:

 

Medan, (Analisa). Kemeterian Pertanian (Kementan) RI melalui Balai Besar Penelitan Pengembangan Biotektnologi dan Sumber Daya Genetik telah melakukan riset bioteknologi terhadap kentang dengan varietas glenola yang ada di Brastagi. Riset ini dimaksudkan untuk menghasilkan produk bioteknologi kentang yang tahan akan penyakit busuk daun.

 

"Selama ini kentang glenola yang banyak di tanam masyarakat Brastagi sangat rentan dengan penyakit daun busuk. Bila musim hujan datang, produksi tanaman kentang akan menurun 50 persen," ujar Peneliti Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Muhammad Herman kepada Analisa di sela-sela workshop media, Senin (18/6).

 

Ia menjelaskan, dari riset ekonomi kentang yang dihasilkan oleh masyarakat Brastagi dalam sekali panen mampu menghasilkan 5 sampai 8 juta ton perhektar. Jumlah tersebut menjadikan Sumatera Utara sebagai penghasil kentang terbesar di Indonesia setelah pulau Jawa.

 

"Hasil panen tersebut banyak yang diekspor ke Singapura dan Malaysia. Potensi tanaman kentang yang ada di Brastagi sangat menjanjikan, karenanya untuk terus mempertahankan itu, riset bioteknologi atau rekayasa genetik untuk menghasilkan kentang yang tahan penyakit hama busuk perlu dikembangkan," katanya.

 

Sejauh ini, tambahnya, proses riset telah sampai pada tahap uji lapangan, dimana kentang glenola yang banyak di tanam akan disilang dengan gen kentang varietas katahdin yang merupakan hasil bioteknologi. Dari hasil itu, kami telah mendapatkan kentang yang mirip dengan kentang glenola.

 

"Proses penelitian memakan waktu dan biaya, ditambah lagi dengan proses tahapan regulasi yang tak singkat. Ditargetkan produk bioteknologi kentang ini akan dilepas pada 2014 mendatang," katanya. (br)

 

 

Baca artikel aslinya di

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/07/03/60626/kementan_ri_riset_bioteknologi_terhadap_kentang_brastagi/#.UBXp9KzaaSo