Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

KELAPARAN DI WILAYAH KONFLIK TERUS MENINGKAT

Tanggal : 31 January 2018

Kekurangan pangan di wilayah yang dilanda konflik terus meningkat, menyiratkan kebutuhan pangan dan bantuan mata pencaharian yang lebih besar, menurut laporan Januari 2018 Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) PBB dan World Food Programme pada Dewan Keamanan PBB.

 

Laporan mencakup status kerawanan pangan di 16 negara: Afghanistan, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Guinea-Bissau, Haiti, Irak, Lebanon mengenai pengusi Suriah, Liberia, Mali, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, Republik Arab Suriah, Ukraina, dan Yaman, ditambah wilayah perbatasan Lake Chad Basin. Perlu dicatat bahwa, setengah dari wilayah ini, sebagian besar populasi (seperempat atau lebih) berada pada tingkat kelaparan darurat berdasarkan pada skala kerawanan pangan Integrated Food Security Phase Classification.

 

Kerawanan pangan pada wilayah-wilayah yang disebutkan terutama didorong oleh konflik, yang mengkonfirmasi hasil dari pengkajian keamanan pangan global terakhir yang dirilis oleh PBB pada Oktober 2017, bahwa kelaparan paling banyak (489 juta orang) tinggal di negara-negara yang dirusak oleh konflik. Dengan demikian, disimpulkan dalam laporan FAO dan WFP bahwa berinvestasi dalam ketahanan pangan dapat memperkuat inisiatif untuk mencegah konflik dan mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

 

Dapatkan salinan laporan dari FAO dan WFP http://www.fao.org/3/I8386EN/i8386en.pdf.