Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

KEAMANAN PANGAN - Ego Sektoral Memperumit Tantangan

Tanggal: 5 April 2017 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS - KOndisi keamanan pangan Indonesia selama ini belum baik akibat adanya egosentrisme sektoral tiap kementerian yang berjalan sendiri-sendiri. Padahal, tantangan keamanan pangan makin luas dan kompleks.

 

Asisten Deputi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Kesehatan Lingkungan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusida dan Kebudayaan, Meida Corinawati mengatakan, "Tentang keamanan pangan itu negara harus hadir di masyarakat. Kenyataannya angka terkait kemanan pangan kita belum baik sekali. Ini karena adanya egosentris kementerian yang berjalan sendiri-sendiri."

 

Dia mencontohkan soal keamanan pangan di masyarakat ditangani oleh Kementerian Kesehatan, sementara keamanan pangan ekspor ada di Kementerian Perdagangan. "Ini tak berjalan baik, berjalan sendiri-sendiri," ujarnya.

 

Untuk meningkatkan sistem pengamanan pangan ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan , Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggelar Lokakarya Nasional untuk Keamanan Pangan di Indonesia, sejak Senin (3/4). Acara ini akan berlangsung sampai 6 April.

 

"Kami ingin perbaikan lebih cepat. memang soal koordinasi masih menjadi masalah. Di tingkat pusat sudah cukup cepat, tetapi di daerah masih kurang karena tidak jelas koordinatornya siapa yang mengatur," papar Meida, Selasa (4/4).

 

Selain masalah koordinasi, persoalan lain adalah belum adanya keselarasan data di antara sejumlah lembaga. Meida juga menyebutkan perlunya sinkronisasi data, program, dan perencanaan.

 

Makin luas

 

Menurut ilmuwan kesehatan internasional dari WHO wilayah Asia Tenggara, Gyanendra Gongal, persoalan keamanan pangan di masa kini makin komplkes dan cakupannya meluas. Perubahan ini dipicu intensifikasi pertanian, konsolidasi pertanian dengan industri, perubahan perilaku terhadap pangan, globalisasi dan perdagangan internasional, arus migrasi manusia, bertambahnya jumlah penduduk, dan munculnya ancaman perubahan iklim karena kemungkinan munculnya penyakit baru. (ISW)