Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

KAJI PRODUK REKAYASA

Tanggal: 17 September 2012 | Sumber: KOMPAS | Penulis: MAS

JAKARTA, KOMPAS – Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika mengkaji keamanan lingkungan dari tanaman jagung Bt dan jagung RR yang merupakan produk hasil modifikasi genetis. Langkah ini perlu meskipun jagung RR sudah dibudidaya dan menguntungkan di negara lain.

Ketua Komisi Keamanan hayati (KKH) Produk Rekayasa Genetik (PRG) Agus Pakpahan, dari India, Sabtu (15/9), mengatakan, rekomendasi keamanan lingkungan untuk jagung Bt Mon89034 dan jagung RR NK 603 belum dikeluarkan KKH. Ini mengingat masih diperlukan informasi yang belum disampaikan pemohon.

Agus mengatakan, pertimbangan utama dalam memberikan rekomendasi adalah hasil pengujian secara ilmiah oleh para pakar yang tergabung dalam tim teknis KKH PRG. Pertimbangan lain termasuk pengalaman empiris di negara lain dalam membudidayakan jagung transgenik atau modifikasi genetik (genetically modified organism/GMO).

“Walaupun jagung RR NK 603 sudah ditanam di Filipina dan hasilnya menguntungkan, tetap saja untuk memenuhi kaidah keamanan lingkungan harus kita uji kembali,” ujar Agus.

Sidang pleno KKH PRG dua pekan lalu memutuskan mengeluarkan rekomendasi keamanan pakan untuk dua produk jagung yang diuji, yaitu jagung Bt Mon89034 dan jagung RR NK 603. Rekomendasi diberikan kepada Kementrian Pertanian (Kementan) agar selanjutnya Kementan menerbitkan sertifikat keamanan pakan.

Dengan terbitnya sertifikat itu, secara legal jagung Bt dan jagung RR untuk kedua tipe itu aman untuk konsumsi pakan, baik untuk unggas maupun hewan peliharaan lain.

Sebelumnya, per Februari 2011, Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan sertifikat keamanan pangan untuk kedua jagung transgenik di atas setelah mendapat rekomendasi dari KKH PRG. Dengan demikian, selain aman dikonsumsi hewan, jagung transgenik juga aman dikonsumsi manusia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan Haryono mengatakan, konsekuensi dari terbitnya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61 Tahun 2011 tentang Pengujian, Penlilaian, Pelepasan, dan Penarikan varietas adalah proses pengujian bisa lebih cepat.

Menteri Pertanian Suswono beberapa kali mengatakan, peningkatan produksi pangan nasional terkendala sumber daya lahan. Alih fungsi lahan terus terjadi dan tambahan lahan baru sulit didapat.

Pilihan lain untuk meningkatkan produksi pangan adalah meningkatkan produktivitas. Salah satunya dalah pemanfaatan teknologi, termasuk lewat pengembangan tanaman GMO. Kami akan terus meningkatkan anggaran penelitian untuk GMO,” ujarnya.

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir yang pernah studi lapangan ke AS untuk melihat langusung budidaya jagung Bt dan jagung RR mengatakan, budidaya Bt dan jagung RR menguntungkan petani karena dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

Produktivitas yang meningkat mendorong naiknya pendapatan. Selama ini, produktivitas tanaman jagung belum optimal, salah satunya karena gangguan hama. Jagung Bt tahan terhadap hama penggerek jagung. Jagung RR tahan herbisida. Hal ini dapat menekan biaya produksi.

PG Economics, lembaga ahli di bidang industri agraris berbasis di Inggris, dalam laporannya menyebutkan, tanaman pangan hasil GMO mampu meberi keuntungan ekonomi kepada petani dan masyarakat serta mampu menjaga lingkungan hidup.
Penelitian atas dampak bioteknologi ini dimulai tahun 1996 hingga 2010. Selama periode itu, pendapatan pertanian dunia naik 78,4 miliar dollar AS.

ANALISIS RESIKO
Agus mengatakan, rekomendasi KKH PRG untuk produk jagung Bt dan jagung RR dikeluarkan setelah dilakukan analisis risiko atas produk/komoditas GMO tersebut serta melalui proses tanggapan publik.

Secara prosedur, Tim Teknis Keamanan Hayati Pangan pada KKH PRG melakukan analisis resiko terkait pangan. Analisis resiko GMO didasarkan pada analisis disiplin ilmu yang relevan dengan parameter yang sesuai Protokol Kartagena plus hal khusus yang dipandang perlu.

Untuk aman pangan, kriterianya harus memenuhi keamanan dengan produk/komoditas yang bukan transgenik (substantial equivalent), alerginity, toxicity. Untuk aman pakan juga ada parameter khusus.

Direktur Southeast Asian Regional Centre for tropical Biology, Bambang Purwantara mengatakan, potensi pemberdayaan dan pendapatan petani meningkat apabila petani sudah menanam GMO. “Ketergantungan bisa terjadi kalau petani tidak lagi mempunyai pilihan,” tuturnya.