Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

Ubah ke bahasa: English

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

JAGUNG TOLERAN KEKERINGAN TINGKATKAN HASIL PANEN PETANI DI TANZANIA

Tanggal : 18 May 2012 | Sumber : Crop Biotech Update

Di Tanzania, petani yang biasa menanam jawawut, sorgum dan kacang lainnya kini menjadi bagian dari sebuah proyek penelitian internasional bernama Jagung Efisien Air untuk Afrika (WEMA). Para petani menggunakan lima varietas jagung yang sedang diuji dalam upaya WEMA untuk meningkatkan produksi pangan dan membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim.

 

Barnabas Kiula, peneliti utama WEMA di Tanzania, mengatakan bahwa Situka, salah satu varietas jagung yang sedang diperkenalkan, dapat tumbuh dalam kondisi kering dan siap dipanen hanya dalam waktu  75 hari, dimana sebagian besar varietas-varietas jagung lainnya memerlukan paling tidak 90 hari untuk dewasa. Menurut dia, kebutuhan mendesak untuk ketahanan pangan di wilayah ini menyebabkan adanya keputusan untuk melakukan penelitian dengan memperkenalkan jagung ke daerah-daerah yang secara tradisional belum menanam tanaman pangan. "Orang-orang mati kelaparan di daerah ini. Mereka hidup dari sumbangan makanan setiap tahunnya.. Kami berharap bahwa jagung toleran kekeringan tersebut dapat membalikkan situasi ini," katanya.

 

Hassan Mshinda, Direktur Jenderal Komisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tanzania, yang mengkoordinasi kegiatan WEMA di negara itu, mengatakan bahwa varietas-varietas tanaman pangan yang terjangkau, tahan kekeringan akan menjadi penting, tidak hanya dengan adanya perubahan iklim tetapi juga kondisi tanam yang jelek dan hasil yang rendah di beberapa negara Afrika.

 

Informasi lebih lanjut tersedia di http://allafrica.com/stories/201205141155.html.