Indonesian Biotechnology Information Centre
Biotechnology for the welfare of people

BERITA TERKINI

ARTIKEL

ARTIKEL

Jagung Tak Bisa Ikuti Mekanisme Pasar

Tanggal: 19 January 2016 | Sumber: Harian Kompas | Penulis:

JAKARTA, KOMPAS — Komoditas jagung dinilai tidak bisa sepenuhnya dilepas pada mekanisme pasar. Pemerintah perlu mengintervensi dengan mengatur tata niaga jagung. Jika sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar, petani atau peternak unggas akan terpukul dan usaha peternakan bisa gulung tikar.

 

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Dewan Jagung Nasional Maxdeyul Sola, Senin (18/1), di Jakarta. Petani jagung dan peternak unggas, baik peternak ayam broiler maupun peternak ayam petelur, bagaikan dua sisi mata uang. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Kebijakan tidak bisa menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain.

 

Sola mencontohkan, peternak unggas perlu petani jagung agar ada jaminan ketersediaan jagung untuk pakan. Di sisi lain, petani jagung membutuhkan peternak agar jagung bisa terserap.

 

Yang terjadi sekarang, menurut Sola, cermin dari kebijakan pemerintah, yaitu Kementerian Pertanian yang dinilai mengutamakan satu pihak, tetapi kurang memperhatikan pihak lain. Dengan harga jagung yang tinggi, petani terpukul. Apalagi, ketika impor jagung dihentikan justru saat pasokan jagung dalam negeri berkurang.

 

Dampaknya, peternak unggas skala kecil yang menjadi korban. Mereka tak mempunyai cadangan jagung karena harus membeli jagung setiap hari dan memiliki keterbatasan modal.

 

Menurut Sola, manajemen tata niaga jagung harus diperbaiki. Polanya mirip dengan beras, yaitu Bulog ditugaskan membeli jagung dalam kondisi petani panen untuk modal stabilisasi harga saat musim paceklik tiba.

 

Jika jagung sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar, saat panen harga jagung jatuh sangat rendah. Saat paceklik, harga naik sangat tinggi, seperti sekarang, sehingga peternak sulit mendapatkan pakan. Untuk itu, pemerintah perlu menerbitkan regulasi yang mendorong terciptanya tata niaga jagung yang adil bagi petani dan peternak.

 

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, peran Bulog sangat penting untuk menjaga stabilitas harga komoditas, termasuk jagung. Dengan peran Bulog, harga jagung bisa dijaga pada tingkat yang wajar sehingga usaha ternak unggas bisa lebih mendapat kepastian pasokan jagung.

 

Menurut Koordinator Forum Peternak Layer Nasional Musbar, pihaknya tengah mengumpulkan masukan dari anggota dalam menyusun harga beli jagung dari Bulog yang ideal. (MAS)